"Dihukum" China, Mongolia Larang Dalai Lama Berkunjung Lagi

Kompas.com - 23/12/2016, 16:06 WIB
Dalai Lama melambaikan tangan kepada pengikutnya saat tiba di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (23/11/2016). BYAMBASUREN BYAMBA-OCHIR / AFP Dalai Lama melambaikan tangan kepada pengikutnya saat tiba di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (23/11/2016).
EditorErvan Hardoko

ULAN BATOR, KOMPAS.com - Pemerintah Mongolia menegaskan tidak akan mengizinkan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama berkunjung ke negeri itu.

Keputusan tersebut diambil setelah kunjungan Dalai Lama pada November lalu ternyata membuat China meradang.

Alhasil, setelah memberikan peringatan keras, Beijing memutuskan menutup pintu perbatasan penting dengan Mongolia.

Selain itu, Beijing memutuskan untuk menghentikan pembicaraan soal pinjaman sebesar 4,2 miliar dolar AS yang sangat dibutuhkan Mongolia.

Dalam wawancara dengan media setempat, Menlu Mongolia Tsend Munkh-Orgil mengaku menyesal karena kunjungan Dalai Lama merusak hubungan negeri itu dengan China.

"Anda tentu memahami jika sepanjang masa kerja pemerintahan saat ini, Dalai Lama tak akan lagi diizinkan mengunjungi Mongolia bahkan untuk tujuan keagamaan," kata Munkh-Orgil.

Sementara itu, juru bicara Kemenlu China Hua Chunying mengatakan, dia berharap China akan menghormati komitmennya di masa depan.

Tentu saja, lanjut Hua, jika Mongolia melanggar janji maka China bisa melakukan apapun untuk mengguncang perekonomian Mongoli yang rapuh.

Setelah kunjungan Dalai Lama, China menutup pintu perbatasan Gants Mod di wilayah tenggara Mongolia.

Akibatnya, ratusan truk pengangkut tembaga dan batu bara tak bisa melintasi perbatasan di bawah suhu yang membeku.

Sejak pinjaman 4,2 miliar dolar AS dari China dibatalkan, Mongolia menghadapi krisis ekonomi dan kini mencoba meminta bantuan India.

Tahun ini, Mongolia mengalami defisit hingga 1 miliar dolar AS, sementara GDP negeri itu menyusut 1,6 persen sejak November lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X