Trump: Serangan di Eropa Bukti Perlu "Pemeriksaan Ekstrem" atas Imigran

Kompas.com - 22/12/2016, 20:40 WIB
Donald Trump ASSOCIATED PRESSDonald Trump
EditorPascal S Bin Saju

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (21/12/2016), mengatakan, serangan di Eropa minggu ini "membuktikan bahwa dia benar" tentang rencananya memeriksa secara ketat terhadap kelompok tertentu.

Kelompok dimaksud adalah orang-orang yang berusaha masuk ke AS setelah datang dari negara-negara di mana sering terjadi serangan teroris.

"Kalian tahu rencana saya. Selama ini, saya telah terbukti benar, 100 persen benar. Apa yang terjadi adalah memalukan," kata Trump seperti dirilis Voice of America, Kamis (22/12/2016).

Trump telah berjanji akan memulai "pemeriksaan ekstrem" terhadap orang-orang yang berusaha masuk ke Amerika Serikat dari negara-negara di mana terjadi serangan teroris.

Trump mengungkapkan pendapatnya dalam sebuah percakapan singkat dengan wartawan di Florida. Ia terus berbicara dengan para kandidat untuk posisi utama dalam pemerintahannya.

Ditanya tentang serangan truk di bazar Natal di Berlin, Jerman, yang menewaskan 12 orang dan pembunuhan seorang diplomat Rusia di Ankara, Trump mengatakan, "Mengerikan. Mengerikan. Apa yang terjadi adalah mengerikan, mengerikan," katanya.

Dia menggambarkan tindak kekerasan itu sebagai "serangan terhadap kemanusiaan. Serangan terhadap kemanusiaan itu harus dihentikan."

Dalam kampanye pemilu yang panjang untuk mencapai Gedung Putih, Trump telah menyerukan larangan langsung terhadap umat Islam masuk ke AS.

Namun sejak itu dia berjanji akan memulai "pemeriksaan ekstrem" terhadap orang-orang yang berusaha masuk ke AS dari negara-negara di mana terjadi serangan teroris.

Pihak berwajib Eropa terlibat dalam pemburuan besar-besaran terhadap seorang warga Tunisia, Anis Amri, yang katanya terkait jaringan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Jerman. Amri akan dimintai keterangan mengenai serangan di Berlin.

Sementara seorang polisi Turki yang sedang tidak bertugas juga menembak mati Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, di sebuah balai seni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X