Kompas.com - 21/12/2016, 17:50 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Personil militer memiliki tiga seragam untuk persiapan jika cuaca memburuk, dan pada 20 Januari jam 04.30 waktu setempat, komandan mereka akan memutuskan seragam apa yang akan dikenakan.

Pada pelantikan kedua Presiden Ronald Reagan tahun 1985, upacara di luar gedung Capitol Hill dibatalkan karena salju, angin sangat dingin dan penurunan suhu yang sangat cepat; sehingga pelantikan terpaksa dilakukan di dalam ruangan.

Bukan rahasia umum jika persiapan pelantikan Donald Trump nanti, polisi, militer, dan personil keamanan juga menghadapi tantangan tambahan.

Demonstrasi

“Jelas bahwa keprihatinan utama saat ini ada kemungkinan terjadinya demonstrasi dalam jumlah besar”, ujar Mayjen Bradley Beckeer, panglima Joint Force Headquarter-National Capital Region.

Menurut sebuah akun Facebook, ratusan ribu orang berencana ikut berunjukrasa dalam “Women’s March on Washington”, sehari setelah pelantikan itu.

Demonstrasi – yang terbesar dari puluhan demonstrasi lain yang direncanakan pada akhir pekan itu – adalah yang pertama kali mendapat ijin pada Jum’at (16/12/2016).

“The Women’s March on Washington” akan mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah baru pada hari pertama mereka dan juga kepada dunia bahwa hak perempuan adalah hak asasi manusia.

“Kami berdiri bersama, mengakui bahwa membela mereka yang paling terpinggirkan adalah membela hak kita semua”, demikian pernyataan misi organisasi itu pada situsnya.

Lebih dari 150.000 orang memastikan akan “hadir” dalam acara itu, sementara 240.000 orang lainnya menyatakan “tertarik hadir” dalam demonstrasi 21 Januari 2017.

Selain kelompok perempuan itu, koalisi the ANSWER (Act Now to Stop War and End Racism) – atau Bertindak Sekarang untuk Hentikan Perang dan Mengakhiri Rasisme – adalah salah satu dari banyak kelompok yang juga berupaya mendapatkan ijin untuk berunjuk rasa pada hari pelantikan 20 Januari.

Hampir 20.000 orang telah mengirim pesan di internet yang menunjukkan bahwa mereka akan datang.

Kedua organisasi itu menyebut retorika bernada kebencian terhadap kelompok-kelompok terpinggirkan yang disampaikan dalam kampanye politik Trump.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.