Putin: Pembunuhan Dubes Rusia di Turki sebagai Provokasi

Kompas.com - 20/12/2016, 15:40 WIB
Presiden Vladimir Putin dan Presiden Recep Tayyip Erdogan usai mengadalan pembicaraan di Istanbul, Senin (10/10/2016). KAYHAN OZER / TURKISH PRESIDENCY PRESS OFFICE / AFPPresiden Vladimir Putin dan Presiden Recep Tayyip Erdogan usai mengadalan pembicaraan di Istanbul, Senin (10/10/2016).
EditorPascal S Bin Saju

MOSKWA, KOMPAS.com –  Presiden Rusia, Vladimir Putin, Selasa (20/12/2016), menilai pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, Senin (19/12/2016), sebagai provokasi .

Tujuannya, kata Putin, untuk merusak hubungan antara Moskwa dan Ankara, serta mengganggu upaya internasional untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

"Kejahatan ini tidak dapat diragukan lagi merupakan provokasi untuk mengganggu normalisasi hubungan Rusia-Turki dan proses perdamaian di Suriah, yang secara aktif dipromosikan Rusia, Turki, Iran," kata Putin seperti dilaporkan Agence France-Presse.

"Hanya ada satu jawaban untuk kasus ini, yakni meningkatkan  perang melawan terorisme, dan mereka akan merasakannya," kata Putin pada pertemuan dengan pejabat terkait.

Rapat itu dihadiri antara lain Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Sergei Naryshkin, dan petinggi Dinas Keamanan Federal Alexander Bortnikov.

Putin mengatakan, Moskwa akan mengirimkan penyidiknya ke Ankara membantu aparat Turki menyelidiki pembunuhan Karlov.

Keinginan Putin mengirim penyidiknya itu dilakukan setelah mendapat lampu hijau dalam percakapan pertelepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Kita harus mengetahui siapa yang mengarahkan tangan si pembunuh itu," kata Putin.

Karlov ditembak mati pada pembukaan pameran seni di Ankara oleh polisi Turki dengan menyerukan "Aleppo" dan "Allahu Akbar". Moskwa menyebut aksi itu sebagai "aksi teroris".

Erdogan dan Putin sudah memberikan pernyataan dan mengecam seragan yang ditujukan untuk merusak hubungan kedua negara.

Menurut Erdogan, dia sudah menerima usulan Putin untuk membentuk tim investigasi bersama demi membongkar otak di balik pembunuhan itu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X