Kompas.com - 20/12/2016, 14:23 WIB
EditorPascal S Bin Saju

ANKARA, KOMPAS.com — Amerika Serikat, Selasa (20/12/2016), menutup misinya di Turki menyusul penembakan di luar kantor Kedutaan Besar AS dan pembunuhan diplomat senior Rusia.

"Seseorang mendekati gerbang utama Kedutaan Besar AS di Ankara dan melepaskan tembakan," kata Kedubes AS dalam sebuah pernyataan.

Kedubes AS di Ankara, ibu kota Turki, menambahkan, tidak ada yang terluka dan individu yang ditahan dalam kejadian tersebut.

Namun, akibat penembakan tersebut, kegiatan operasi kedutaan di Ankara dan konsulat AS di Istanbul dan Adana ditutup.

Dalam kejadian terpisah pada malam yang sama,  seorang pria bersenjata menembak mati Duta Besar Rusia dan Turki, Andrei Karlov.

Menurut kantor berita Turki, Anadolu, Karlov tengah menyampaikan pidato di podium saat pembukaan pameran foto bertajuk "Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki" di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara, Senin (19/12/2016).

Tiba-tiba, salah satu tamu di acara tersebut mengeluarkan pistol lalu menembak sang duta besar. Pelaku dilumpuhkan. Karlov sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi tak tertolong.

"Terorisme tidak akan lolos! Kami akan melawannya sekuat tenaga. Diplomat Rusia yang menonjol, salah satu orang yang bekerja begitu keras untuk kontraterorisme, akan selalu di hati kami selamanya," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Dalam serial foto yang dirilis Associated Press, tampak seorang pria berdiri dengan mengangkat pistol di tangan kanannya, sementara di sebelahnya ada tubuh duta besar yang telah ambruk.

Rusia bersama Iran adalah pendukung kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menekan kelompok oposisi yang sebelumnya menguasai Aleppo timur.

Konflik di Suriah memanas lagi dalam beberapa hari terakhir setelah Assad mengambil alih kembali Aleppo timur dari penguasaan kelompok oposisi.

Selain koalisi Rusia yang dimulai tahun 2015, koalisi AS sedari awal, yakni sejak 2014, juga melakukan serangan yang menarget kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.