5 Hal yang Mungkin Terjadi Pasca-pembunuhan Dubes Rusia di Turki

Kompas.com - 20/12/2016, 07:49 WIB
Foto ini diambil pada 15 November 2015 ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Antalya, Turki. CEM OKSUZ / POOL / AFP Foto ini diambil pada 15 November 2015 ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Antalya, Turki.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Sejauh ini, pemerintah Rusia dan Turki sama-sama mencoba mendinginkan suasana pasca-pembunuhan Dubes Andrey Karlov di Ankara, Senin (19/12/2016).

Rusia dan Turki menyatakan serangan itu ditujukan untuk merusak hubungan kedua negara yang sedang mekar kembali.

Bahkan, pemerintah AS mencoba ikut mencegah kerusakan lebih besar dengan menawarkan bantuan kepada kedua negara.

Belum diketahui apa yang akan terjadi berikutnya, tetapi berkaca dari pasang surut hubungan diplomatik Rusia dan Turki maka beberapa skenario buruk dampak dari pembunuhan ini tak bisa diabaikan.

1. Para peretas Rusia akan menyerang Turki

Rusia dikenal memiliki banyak peretas handal yang bisa mengacaukan kondisi politik di sebuah negara.

Pemerintah Turki sudah pernah merasakan "kepedihan" saat rahasia mereka diungkap para peretas ini.

Salah satunya pada 7 Deseber lalu saat Wikileaks merilis lebih dari 57.000 email milik Berat Albayrak.

Albayrak adalah menteri energi Turki dan sekaligus menantu Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Nah, para peretas Rusia bisa saja mengulangi perbuatan Wikileaks dan mengungkap lebih banyak rahasia gelap orang-orang dekat Presiden Erdogan.

2. Hubungan Rusia dan Turki kembali memburuk

Inilah yang terjadi setelah jet F-16 AU Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di Suriah.

Saat itu, Rusia langsung membalas dengan melakukan embargo terhadap banyak produksi Turki.

Alhasil, nilai ekspor Turki ke Rusia langsung melorot sebesar 737 juta dolar AS atau sekitar Rp 9,8 triliun.

Selanjutnya, pembangunan pipa gas milik Turkish Stream yang awalnya ditujukan sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara, ditunda.

Situasi perekonomian Turki tak membaik hingga Presiden Recep Tayyip Erdogan meminta maaf kepada Rusia pada Juni 2016.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X