Amnesti: Militer Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan terhadap Etnis Rohingya

Kompas.com - 19/12/2016, 20:05 WIB
 Pada 20 Mei 2015, ratusan migran tiba di Aceh, termasuk warga etnis minoritas Rohingya, Myanmar. AP Photo/S Yulinnas Pada 20 Mei 2015, ratusan migran tiba di Aceh, termasuk warga etnis minoritas Rohingya, Myanmar.
EditorErvan Hardoko

YANGON, KOMPAS.com - Amnesti Internasional mengatakan, tindakan militer Myanmar di wilayah utara negeri itu mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kesimpulan ini disampaikan setelah muncul berbagai kabar kelompok minoritas Muslim Rohingya kerap menjadi korban kekerasan yang dilakukan tentara.

Organisasi hak asasi manusia itu menuduh militer Myanmar membunuh, memerkosa, menyiksa penduduk sipil dan menjarah harta mereka.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan pada Senin (19/12/2016), Amnesti mengatakan, kesimpulan tersebut diambil berdasarkan wawancara dengan 35 korban.

Selain korban, Amnesti juga mewawancarai  20 orang lain yang terjun dalam upaya pemberian bantuan kemanusiaan dan pelaporan di Myanmar.

Bencana kemanusiaan itu terjadi karena munculnya pembunuhan membabi buta, penangkapan, dan penahanan sewenang wenang.

Selain itu pemerkosaan, penjarahan, dan penghancuran properti termasuk pembakaran 1.200 rumah serta bangunan lain seperti sekolah dan masjid.

Menurut Amnesti, tindakan militer merupakan bagian dari serangan meluas dan sistematik terhadap warga Rohingya di negara bagian Rakhine di utara dan oleh karena itu, mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan ini dikeluarkan bersamaan dengan pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Yangon untuk membahas nasib warga minoritas Rohingya.

Pertemuan negara-negara ASEAN itu dipimpin Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar yang merangkap sebagai menteri luar negeri.

Dalam sidang itu, Suu Kyi mempertahankan langkah pemerintah dalam upaya mengatasi masalah ini dan menuduh komunitas internasional yang justru mengobarkan kebencian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X