Kompas.com - 11/12/2016, 21:31 WIB
EditorBayu Galih

ISIS menghancurkan banyak monumen bersejarah dan memenggal kepala direktur arkeologi Suriah selama pendudukan mereka di Palmyra dan Tadmur.

Dua kuil berusia 2.000 tahun, sebuah gapura, dan sebuah menara pemakaman hancur berkeping-keping.

ISIS melakukan penghancuran sengaja karena menganggap benda-benda purba itu sebagai berhala.

Para pejabat AS dan Rusia dijadwalkan bertemu di Geneva untuk merundingkan kemungkinan langkah pengungsian warga sipil dan pemberontak dari Aleppo. Namun, belum diketahui, apakah kesepakatan akan dicapai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.