Milisi ISIS Kembali Dipukul Mundur dari Palmyra

Kompas.com - 11/12/2016, 21:31 WIB
Tentara Suriah berdiri di atas puing-puing Kuil Bel di kota kuno bersejarah Palmyra, Homs, Suriah tengah (Dokumentasi). ReutersTentara Suriah berdiri di atas puing-puing Kuil Bel di kota kuno bersejarah Palmyra, Homs, Suriah tengah (Dokumentasi).
EditorBayu Galih

KOMPAS.com — Upaya kelompok militan ISIS untuk merebut kembali Palmyra menemui kegagalan. Kelompok teror itu dipukul mundur oleh serangan-serangan udara Rusia.

Menurut pejabat Rusia, jet-jet Rusia memaksa ISIS mundur ke pinggiran kota, beberapa hari setelah mereka berupaya masuk kembali ke kota kuno yang pernah mereka kuasai selama 10 bulan.

Tentara Suriah juga mengirimkan bala bantuan terhadap pasukan yang menjaga kota itu, dengan mengerahkan sebagian tentara dari Aleppo.

ISIS menguasai kota warisan budaya dunia UNESCO itu sejak Mei 2015 hingga diusir keluar, Maret tahun ini.

Kelompok radikal itu melancarkan serangan pekan ini, dan para serdadunya memasuki lagi Palmyra, Sabtu.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyebut, pengeboman berat jet-jet Tusia memaksa ISIS mundur ke pinggiran kota.

Pertempuran pun terus berlangsung di kawasan itu.

Moskwa menyebut, tentara Suriah mengusir ISIS dengan bantuan angkatan udara mereka. Menurut Kementerian pertahanan Rusia, mereka melancarkan 64 serangan dan menewaskan lebih dari 300 anggota militan.

Laporan-laporan menunjukkan, kelompok militan ISIS mengemudikan kendaraan yang penuh bahan peledak dalam pertempuran itu.

Palmyra merupakan kawasan strategis bagi ISIS karena letaknya yang dekat dengan ladang-ladang minyak.

ISIS menghancurkan banyak monumen bersejarah dan memenggal kepala direktur arkeologi Suriah selama pendudukan mereka di Palmyra dan Tadmur.

Dua kuil berusia 2.000 tahun, sebuah gapura, dan sebuah menara pemakaman hancur berkeping-keping.

ISIS melakukan penghancuran sengaja karena menganggap benda-benda purba itu sebagai berhala.

Para pejabat AS dan Rusia dijadwalkan bertemu di Geneva untuk merundingkan kemungkinan langkah pengungsian warga sipil dan pemberontak dari Aleppo. Namun, belum diketahui, apakah kesepakatan akan dicapai.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X