Kompas.com - 09/12/2016, 11:32 WIB
EditorErvan Hardoko

YANGON, KOMPAS.com - PBB menyerukan agar pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi mengunjungi negara bagian Rakhine.

Rakhine adalah tempat di mana tentara Myanmar dituduh melakukan pembunuhan brutal terhadap etnis minoritas Rohingya.

Peraih hadiah Nobel perdamaian itu mendapatkan tekanan internasional karena tak menghentikan kampanye militer di Rakhine.

Alhasil, sekitar 20.000 orang warga etnis Rohingya menyeberangi perbatasan ke Banglades sambil membawa setumpuk kisah kekejaman tentara berupa pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran.

Dalam sebuah pernyataan yang diluncurkan di New York, Kamis (8/12/2016), penasihat khusus tentang Myanmar, Vijay Nambiar secara langsung meminta Suu Kyi untuk turun tangan.

"Pendekatan defensif ketimbang proaktif yang diadopsi untuk memberikan keamanan bagi rakyat setempat, memunculkan rasa frustrasi di level lokal dan kekecewaan secara internasional," ujar Nambiar.

"Saya juga mendesak kepada Daw Suu Kyi untuk mengunjungi Maungdaw dan Buthiadung untuk memastikan kepada rakyat setempat bahwa mereka terlindungi," tambah Nambiar merujuk beberapa kawasan yang "dikunci" militer Myanmar.

Pertumpahan darah di kawasan itu merupakan tantangan terbesar bagi Suu Kyi sejak partai politik pimpinan memenangkan pemilu demokratis pertama di Myanmar.

Situasi ini membuat negara-negara Muslim di sekitar Myanmar bergejolak menggelar aksi protes menentang diskriminasi terhadap etnis Rohingya.

Bahkan, PM Malaysia Najib Razak memimpin langsung unjuk rasa di Kuala Lumpur dan secara langsung mengecam Suu Kyi di hadapan 5.000 peserta demonstrasi.

"Apa gunanya Aung San Suu Kyi mendapatkan hadiah Nobel. Dunia tak bisa duduk diam menyaksikan genosida sedang terjadi," ujar Najib.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.