Kompas.com - 08/12/2016, 06:58 WIB
Kamp pengungsi Suriah di Jordania dilihat dari udara.
Al JazeeraKamp pengungsi Suriah di Jordania dilihat dari udara.
EditorErvan Hardoko

AMMAN, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah Jordania menutup perbatasannya dengan Suriah mengakibatkan ribuan pengungsi terjebak dan terancam kematian.

Kelompok Medecins Sans Frontiers (MSF) mengatakan, pihaknya terpaksa menutup klinik di kamp pengungsi Zaatari karena pasien tidak diizinkan melintasi perbatasan untuk mendapatkan perawatan.

Padahal, sejumlah laporan menyebut setidaknya 70 korban perang termasuk 16 anak-anak membutuhkan pembedahan demi menyelamatkan nyawa mereka.

Klinik milik MSF itu menyediakan layanan medis bagi para pengungsi, sayangnya evakuasi medis bagi para pengungsi  terhenti setelah Jordania menutup perbatasannya sejak Juni lalu.

Sejak saat itu pula, bangsal-bangsal perawatan di klinik MSF nyaris selalu kosong.

"Mengetahui ada pasien yang kemungkinan sekarat hanya beberapa kilometer jauhnya di seberang perbatasan karena tak bisa melintasi perbatasan, sungguh menyedihkan," kata Marjan Besuijen, kordinator proyek MSF di kamp pengungsi Zaatari.

"Bangsal-bangsal perawatan di klinik Zaatari kini kosong tak lagi dihisi percakapan dan gelak tawa para pasien," tambah Marjan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, lanjut Marjan, kosongnya bangsal-bangsal perawatan itu bukan disebabkan berakhirnya perang di Suriah atau tak ada lagi yang membutuhkan bantuan medis.

"Kondisi ini murni disebabkan adanya penghalang fisik yang menyebabkan mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan medis tak bisa memperolehnya," lanjut Marjan.

Saat ini MSF masih mengoperasikan sebuah rumah sakit di kota Ramtha, Jordania yang berbatasan dengan kota Daraa yang diduduki pemberontak.

Sayangnya, lembaga amal ini mengindikasikan rumah sakit di Ramtha itu kemungkinan besar juga akan menghentikan operasinya.

Amnesti Internasional memperkirakan terdapat 75.000 pengungsi terjebak di "tanah tak bertuan" antara Jordania dan Suriah sejak September lalu.

Meski demikian, pemerintah Jordania kukuh mengatakan penutupan perbatasan itu sangat diperlukan karena alasan keamanan sejak ISIS melintasi perbatasan dan membunuh enam tentar Jordania.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.