Kompas.com - 06/12/2016, 08:49 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — Pemerintah kota New York, Senin (5/12/2016), meminta pemerintah federal AS mengucurkan talangan dana hingga 35 juta dollar AS atau hampir Rp 470 miliar.

Uang sebesar itu akan digunakan untuk membiayai pengamanan Trump Tower, tempat presiden terpilih AS Donald Trump menyusun kabinet.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, dia sudah menyurati Presiden Barack Obama terkait permintaan tersebut.

Bill mengatakan, dia mengajukan permohonan untuk menambah biaya pengamanan sejak 8 November, sejak Trump memenangi pemilihan presiden, hingga 20 Januari 2017 saat Trump dilantik di Washington DC.

Bill De Blasio, seorang politisi Partai Demokrat, mengatakan, dia sudah berdiskusi dengan calon menteri keuangan dan mantan bankir Goldman Sachs, Steven Mnuchin, untuk membahas dana talangan ini.

"Ini situasi yang sulit dan belum pernah terjadi. Saya pikir, setelah 20 Januari, kondisi lebih baik karena liburan berakhir dan dia (Trump) akan berada di Washington," ujar De Blasio.

Akibat Trump memilih bekerja di gedung miliknya itu, ratusan petugas kepolisian New York dikerahkan selama 24 jam untuk mengamankan bangunan pencakar langit itu.

Terlebih lagi, Trump Tower terletak di 57th Street dan Fifth Avenue, persimpangan jalan paling sibuk di New York dan semakin sibuk pada masa-masa menjelang Natal seperti saat ini.

Kepala kepolisian New York James O'Neill mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan personel yang sangat banyak di wilayah Midtown Manhattan itu agar lalu lintas tetap berjalan lancar.

"Kami juga melarang truk masuk ke 59th Street demi alasan keamanan," tambah O'Neill.

Trump memang sudah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di gedung setinggi 58 lantai yang dikelilingi berbagai butik ternama, seperti Gucci, Tiffany's, dan Bergdorf Goodman.

Situasi di sekitar Trump Tower sudah sejak lama hiruk pikuk dan kini semakin sibuk karena semakin banyak orang ternama yang memasuki Trump Tower untuk bertemu sang presiden baru.

Selain itu, para turis yang datang ke New York juga semakin sering menyambangi gedung itu dan berharap bisa melihat sekilas wajah Donald Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.