Gelar "Pencarian Sendiri", Keluarga Korban MH370 Tiba di Madagaskar

Kompas.com - 04/12/2016, 08:59 WIB
Potongan besar benda yang ditemukan di lepas pantai Tanzania telah dipastikan sebagai bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. AFPPotongan besar benda yang ditemukan di lepas pantai Tanzania telah dipastikan sebagai bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang.
|
EditorAprillia Ika

ANTANANARIVO, KOMPAS.com - Sejumlah kerabat dari korban pesawat hilang Malaysia Airlines MH370 pada 2014 silam mendatangi Madagaskar untuk mencari jejak hilangnya pesawat tersebut.

Mereka tiba di Madagaskan pada Sabtu waktu setempat, untuk mencari pertolongan dalam pencarian sisa-sisa pesawat yang hilang tersebut yang kemungkinan terseret arus melintasi Samudera Hindia.

Separuh lusin kerabat dari 239 penumpang MH370 mendatangi kota Antananarivo, ibu kota Madagaskar, untuk bertemu dengan pimpinan komunitas dan mendatangi area pantai untuk mengumpulkan informasi dari penduduk sekitar mengenai pesawat yang hilang.

"Kami berharap upaya ini bisa meningkatkan perhatian mereka, mengajari mereka bagaimana mengidentifikasi sisa pesawat dan cara mengumpulkannya, serta apa yang harus dilakukan jika menemukannya," kata Grace Nathan, warga Malaysia yang ibunya turut jadi korban dalam penerbangan nahas tersebut.


Seperti diketahui, pesawat Boeing jet 777 tersebut diperkirakan jatuh di selatan Samudera Hindia setelah mengubah jalur penerbangannya dari Malaysia ke Beijing pada 8 Maret 2014.

"Memobilisasi populasi lokal adalah langkah yang baik," kata Nathan.

Dia dan kerabat korban lain berencana untuk berbicara dengan pimpinan gereja dan lembaga non-pemerintah yang bisa mengajari masyarakat pinggiran di sana yang tidak terlalu mengerti internet atau bahkan tidak mendengar mengenai pesawat yang hilang tersebut.

Para kerabat korban MH370 yang bertolak ke Madagaskar tersebut merupakan warga Malaysia dan China yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka bertemu di bandara bersama Blaine Gibson, warga Amerika Serikat yang menemukan potongan sisa MH370 di Mozambik.

Dari debris itu, pihak berwenang menyatakan hampir yakin bahwa potongan yang dibawa Gibson tersebut merupakan bagian sayap dari penerbangan MH370. Gibson sendiri juga mengumpulkan sejumlah sisa potongan pesawat di Madagaskar.

Warga Perancis yang kehilangan sejumlah anggota keluarganya dalam kecelakaan tersebut berencana untuk bergabung dengan grup pencari ini, namun dengan penerbangan berbeda.

Sebelumnya, Malaysia, China dan Australia menutup pencarian di garis pantai sepanjang Samudera Hindia. Namun para kerabat dari korban pesawat hilang ini yakin penemuan sisa pesawat di Afrika oleh Gibson dan lainnya merupakan petunjuk bagi pejabat berwenang untuk terus melakukan pencarian.

"Kami ingin pencarian terus berlanjut," kata Nathan.

(Baca: Keluarga Korban MH370 Gelar "Pencarian Sendiri" di Madagaskar )

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X