Kompas.com - 03/12/2016, 19:27 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com – China mengajukan protes kepada Amerika Serikat karena presiden terpilih, Donald Trump, berbicara langsung per telepon dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

Kementerian Luar Negeri China menyampaikan hal itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (3/12/2016), beberapa jam setelah Trump menelpon Tsai.

"Kami telah membuat protes resmi terkait hal itu kepada AS. Hal ini untuk menunjukkan, hanya ada satu China di dunia. Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari China," kata pernyataan itu.

Menurut pernyataan Kemlu China, Beijing mendesak pihak-pihak terkait di AS untuk mematuhi komitmen tentang kebijakan satu China, Agence France-Presse.

Juga "untuk menangani masalah terkait Taiwan dengan hati-hati dan menghindari situasi yang tidak perlu yang  mengganggu keseluruhan hubungan China-AS," katanya.

Trump sudah berbicara langsung dengan Presiden Tsai. Langkah Trump itu jelas menyimpang dari kebijakan luar negeri AS sejak 1979 ketika relasi formal antara dua negara diputus.

Tim transisi Trump mengatakan, Trump dan Tsai mencatat "ikatan ekonomi, politik, dan kemanan yang dekat" antara AS dan Taiwan lewat percakapan telepon.

Seperti telah diduga, langkah ini berisiko membuat marah China yang melihat Taiwan sebagai provinsi yang melepaskan diri atau pembangkang dan kini menunggu reunifikasi dengan Bejing.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, sebelumnya menanggapi peristiwa ini sebagai "langkah kecil" oleh Taiwan.

Trump mencuit di Twitter bahwa Tsai sudah menghubunginya untuk mengucapkan selamat karena sudah memenangkan Pemilu AS, 8 November 2016.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.