Kompas.com - 01/12/2016, 08:21 WIB
Aksi protes di Berlin, Jerman, pada September 2013, untuk menentang industri kelapa sawit di Indonesia yang dinilai merusak hutan dan ekologi. DWAksi protes di Berlin, Jerman, pada September 2013, untuk menentang industri kelapa sawit di Indonesia yang dinilai merusak hutan dan ekologi.
EditorPascal S Bin Saju

ZURICH, KOMPAS.com - Menanggapi laporan Amnesty International terkait eksploitasi buruh anak di perkebunan sawitnya, Wilmar International Ltd menyatakan mereka mengakui dan menghormati hak-hak semua pekerja.

Namun untuk menemukan solusi dibutuhkan kerjasama menyeluruh antara pihak pemerintahan, perusahaan dan organisasi masyarakat sipil.

"Kami mengakui bahwa ada masalah ketenagakerjaan yang sedang berlangsung di industri kelapa sawit dan masalah ini dapat mempengaruhi setiap perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia," kata Wilmar seperti dilaporkan Deutche Welle.

Sebelumnya, dalam situs internalnya yang dirilis pada Rabu (30/11/2016), Amnesty International mengaku telah menemukan kasus ekspolitasi buruh anak skala besar di perkebunan sawit Wilmar dan pemasoknya di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia.

Sembilan perusahaan global yang menjual makanan, kosmetik, dan kebutuhan pokok lainnya, yakni Unilever, Nestlé, Kellogg, dan Procter & Gamble,  AFAMSA, ADM , Colgate-Palmolive, Elevance, dan Reckitt Benckiser memiliki kontribusi dalam penyalahgunaan buruh anak.

Wilmar memasok sekitar 10 persen dari kebutuhan minyak sawit Nestle, kata perusahaan raksasa yang berpusat di Swiss itu dalam sebuah email kepada media Jerman tersebut.

Sementara Nestle mengatakan, mereka bekerja dengan Wilmar untuk meningkatkan kualitas dan standar-standar kerja pemasok.

"Praktik seperti yang diidentifikasi dalam laporan Amnesty tidak punya tempat dalam rantai pasokan kami," kata Nestle.

Perusahaan itu menyatakan akan menyelidiki lebih lanjut temuan-temuan Amnesty yang terkait dengan pembelian minyak sawit beserta pemasoknya.

Procter & Gamble dalam sebuah email juga mengatakan akan bekerja dengan Wilmar untuk "memastikan bahwa mereka dapat memperbaiki setiap pelanggaran HAM yang potensial dalam rantai pasokan mereka".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X