Siapa Kepala Negara yang Datang ke Pemakaman Fidel Castro?

Kompas.com - 29/11/2016, 11:00 WIB
AFP PHOTO/ YAMIL LAGE Mahasiswa Kuba di Universitas Havana menyalakan lilin di depan foto mendiang Fidel Castro untuk menghormati ikon revolusi tersebut.

HAVANA, KOMPAS.com - Sejumlah kepala negara dari negara di Afrika dan Amerika Latin akan menghadiri acara penghormatan terakhir untuk tokoh revolusi dan mantan Presiden Kuba, Fidel Castro, Selasa waktu setempat. 

Namun, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sejumlah kepala negara/pemerintahan di Eropa dipastikan tak akan terbang ke Havana.

Diberitakan AFP, tiga hari setelah berpulangnya Fidel Castro dalam usia 90 tahun, daftar tamu yang akan datang dapat menggambarkan dampak polarisasi perang dingin.

Barack Obama 
Meski Presiden AS ini bersama adik Fidel Castro, Raul, telah menormalisasi hubungan kedua negara, tetapi Obama dipastikan tak akan hadir dalam acara yang digelar di Revolution Square, Havana.


Pihak Gedung Putih pun tak menyebut apakah AS akan mengirim perwakilan untuk datang dalam acara itu. 

Justin Trudeau
Perdana Menteri Kanada ini mengunjungi Kuba bulan lalu. Dia menuai kritik ketika menyebut Fidel Castro sebagai pemimpin yang luar biasa.

Kanada akan mengirimkan Gubernur Jenderal David Johnston untuk hadir dalam acara ini.

Francois Hollande
Presiden Perancis ini pernah bertemu Fidel Castro di sela kunjungannya ke Havana pada Mei tahun 2015.

Namun, dia tak akan hadir dan mengirim perwakilan Jean-Pierre Bel, selaku Duta Besar wilayah Amerika latin, pada Selasa dan Menteri Lingkungan Segolene Royal pada Minggu di Santiago de Cuba, di mana abu Castro akan disimpan.  


Angela Merkel
Kanselir Jerman ini mengirimkan mantan Kanselir Gerhard Schroeder untuk hadir ke Havana sebagai perwakilan negara. 

Mariano Rajoy
Perdana Menteri Spanyol mengirimkan mantan Raja Juan Carlos. 

Alexis Tsipras
Perdana Menteri Yunani yang berasal dari kelompok sayap kiri ini menjadi satu-satunya pemimpin negara di Eropa yang akan hadir di Havana. 

Amerika Latin
Pemimpin dari sekutu sayap kiri Kuba di Amerika Latin akan bergabung di Havana. Mereka adalah Presiden Ekuador Rafael Correa, Presiden Bolivia Evo Morales, Presiden Nikaragua Daniel Ortega, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sementara dari negara lain di kawasan itu, ada Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.

Lalu, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, di mana pemerintahnya tengah menjajaki kesepakatan damai dengan pemberontak FARC yang ada di bawah naungan Kuba. 

Afrika

Presiden terlama di Zimbabwe, Robert Mugabe, Pemimpin veteran Equatorial Guinea Teodoro Obiang Nguema, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta akan hadir dalam upacara ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X