Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Menakar Nasib Warga Kulit Hitam dalam Pemerintahan Trump

Kompas.com - 27/11/2016, 20:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorTri Wahono

Sebaliknya, ketika Obama terpilih delapan tahun lalu, sebanyak 52 persen pemilih menyatakan hubungan antar-ras akan membaik dan hanya 9 persen yang mengatakan hubungan antar-ras akan memburuk.

Dalam survei serupa yang dilakukan setelah Election Day, hasilnya menunjukkan bahwa sekitar tiga perempat warga kulit hitam atau 74 persen menyakini hubungan antar-ras akan semakin buruk di bawah kepemimpinan Trump.

Pada 2008, pandangan yang muncul sebaliknya, yakni 75 persen pemilih warga kulit hitam mengatakan bahwa terpilihnya Obama akan membawa hubungan antar-ras lebih baik.

Saat ditanya bagaimana perasaannya secara pribadi terhadap Presiden Amerika pertama yang berketurunan Afrika itu, Andy mengatakan, "Obama itu keren, mudah bergaul, dan sebagai mantan profesor hukum konstitusi, dia mampu menjelaskan kebijakannya dengan baik. Yang paling penting, pemerintahan Obama berupaya serius dalam hal transparansi. Dan melihat sebuah keluarga kulit hitam mendiami Gedung Putih yang dibangun oleh para budak, itu membuat kami merasa, kami berhasil."

Membayangkan gaya pendekatan Trump yang cepat, banyak orang bertanya-tanya apakah tahun-tahun pemerintahan Obama yang telah dilewati hanya akan menjadi sebuah "kepalsuan" bagi masyarakat.

*Artikel CERITALAH USA merupakan rangkaian dari CERITALAH ASEAN, yang ditulis dari perjalanan Karim Raslan selama 10 hari ke AS dalam rangka mengamati pemilu di sana.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.