Hormati Fidel Castro, Kuba Berkabung 9 Hari

Kompas.com - 27/11/2016, 17:34 WIB
Mahasiswa Kuba di Universitas Havana menyalakan lilin di depan foto mendiang Fidel Castro untuk menghormati ikon revolusi tersebut. AFP PHOTO/ YAMIL LAGEMahasiswa Kuba di Universitas Havana menyalakan lilin di depan foto mendiang Fidel Castro untuk menghormati ikon revolusi tersebut.
EditorTri Wahono

HAVANA, KOMPAS.com - Kuba berkabung sampai sembilan hari mendatang untuk menghormati pemimpin revolusionernya dan mantan Presiden Fidel Castro yang kematiannya diumumkan pada Jumat (25/11/2016) malam.

Jenazah sosok berusia 90 tahun ini akan dikremasi dalam sebuah upacara tertutup di Havana pada Sabtu (3/12/2016) mendatang. Jenazah Castro akan dikremasi dan abunya akan disimpan di Kota Santiago.

Bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah di seluruh negara pulau itu.

Rakyat Kuba merasa berduka cita atas kehilangan seseorang yang merupakan bagian dari kehidupan mereka selama beberapa dekade.

Sejumlah pemimpin dunia telah memberikan ucapan bela sungkawa untuk ikon abad 20 ini, termasuk Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf kalla mengatakan Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Fidel Castro ketika masa pemerintahan Sukarno.

"Fidel Castro dengan Bung Karno merupakan sahabat yang baik dan merupakan salah satu pendukung gerakan non-blok," jelas Wapres.

Castro berkuasa sejak 1959 dan memperkenalkan sebuah revolusi komunis serta mengabaikan AS selama beberapa dekade.

Pendukungnya memandangnya sebagai seorang pria yang berani menentang Amerika selama Perang Dingin dan mengembalikan Kuba kepada rakyatnya.

Tetapi kritik menyebutkan Castro sebagai seorang diktator. Presiden AS terpilih Donald Trump, menggambarkan Fidel Castro sebagai seorang pemimpin yang kejam.

Di Miami, sebuah kota di AS dengan jumlah komunitas Kuba yang besar, ada perayaan setelah kematian Castro diumumkan, dengan orang menabuh panci dan bersorak.

Hubungan diplomatik AS dan Kuba putus dengan 1961 di tengah memanasnya Perang Dingin, Embargo ekonomi ke Kuba masih berlangsung sampai lebih dari setengah abad.

Dalam pemerintahan Presiden Barack Obama, hubungan antara kedua negara membaik dan ikatan diplomatik telah dipulihkan pada 2015.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X