Donald Trump Menyebut Fidel Castro Diktator yang Kejam

Kompas.com - 27/11/2016, 17:11 WIB
Seorang pendukung partai Komunis di Paraguay, memegang foto Fidel Castro sebagai tanda berkabung. AFP PHOTOSeorang pendukung partai Komunis di Paraguay, memegang foto Fidel Castro sebagai tanda berkabung.
EditorTri Wahono

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS terpilih Donald Trump menyebut mendiang mantan pemimpin Kuba Fidel Castro merupakan diktator yang kejam. Pernyataan Donald Trump disampaikan setelah kematian Castro yang berusia 90 tahun itu diumumkan.

Trump, yang akan resmi menjabat sebagai Presiden AS mulai Januari mendatang, mengatakan dia berharap warga Kuba akan lebih bebas di masa mendatang.

Castro memimpin Kuba pada 1959 dan mengantarkan negara itu ke dalam revolusi Komunis. Dia menentang AS selama beberapa dekade, dan lolos dari beberapa rencana pembunuhan.

Para pendukungnya mengatakan dia mengembalikan Kuba kepada rakyatnya. Tetapi sejumlah kalangan mengkritiknya sebagai diktator.


Saudaranya Raul, yang menggantikannya sebagai presiden secara resmi sejak 2008, mengumumkan kematian Fidel Castro di stasiun televisi milik pemerintah pada Jumat malam.

Dalam sebuah pernyatannya, Trump mengatakan bahwa Kuba masih sebagai sebuah pulau yang totaliter. Ia berharap bahwa kematian Castro menandai sebuah pergantian dari sesuatu yang mengerikan yang berlangsung terlalu lama menuju masa depan warga Kuba yang indah dalam kebebasan yang layak mereka dapatkan.

Hubungan diplomatik AS dan Kuba putus sejak 1961 di tengah meningkatnya suhu politik Perang Dingin dan memberlakukan embargo ekonomi yang ketat selama lebih dari setengah abad.

Di masa pemerintahan Barack Obama, hubungan kedua negara membaik dan hubungan diplomatik dipulihkan pada 2015.

Castro merupakan pemimpin yang paling lama berkuasa pada abad ke-20 ini, yang bukan berasal dari kalangan kerajaan.

Dia telah pensiun dari kehidupan politik selama beberapa tahun, setelah menyerahkan kekuasaan kepada saudara laki-lakinya pada 2006 setelah menderita sejumlah penyakit.

Jenazah Castro dikremasi pada Sabtu (3/12/2016) dalam upacara tertutup di Havana dan masa berkabung akan berlangsung sampai 4 Desember 2016, setelah abunya ditaruh di bagian selatan Kota Santiago.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X