Uni Eropa Ingin Hentikan Pembahasan Keanggotaan Turki, Erdogan "Cuek"

Kompas.com - 23/11/2016, 15:54 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. KAYHAN OZER / AFPPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
EditorErvan Hardoko

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (23/11/2016), mengatakan pemungutan suara yang dilakukan Parlemen Eropa untuk membekukan pembahasan keanggotaan Ankara, tak bernilai.

"Saya ingin katakan di sini dan disaksikan dunia, bahwa voting ini tak bernilai sama sekali, apapun hasilnya," kata Erdogan dalam sebuah pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul.

"Tak mungkin bagi saya untuk untuk mencerna pesan yang ingin mereka sampaikan," tambah Erdogan.

"Siapa saja yang mengangkat tangan (dalam voting Uni Eropa), tak akan mengganggu upaya Turki memperkuangkan independensi dan masa depan," lanjut Erdogan.

Lebih jauh Erdogan menegaskan, bahwa pemungutan suara itu membuktikan bahwa Uni Eropa sudah mengambil posisi mendukung organisasi teroris.

Sebelumnya, pada Selasa (22/11/2016), kelompok utama dalam parlemen Eropa mengatakan mereka akan melakukan pemungutan suara untuk membekukan pembahasan keanggotaan Turki.

Rencana ini muncul setelah melihat langkah pemerintah Turki yang keras dalam melakukan pembersihan pasca-kudeta militer yang gagal.

Uni Eropa dan Turki sepakat untuk mempercepat pembicaraan soal keanggotaan negeri itu setelah pada Maret lalu kedua pihak sepakat dalam upaya mencegah gelombang imigran Timur Tengah ke Eropa.

Namun, di tengah jalan proses pembicaraan itu terganggu setelah sekelompok faksi dalam tubuh militer mencoba melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintah Turki.

Setelah kudeta itu digagalkan, pemerintah Turki melakukan pembersihan besar-besaran yang memicu reaksi keras dai Uni Eropa dan organisasi HAM internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.