Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2016, 11:44 WIB
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com - Para prajurit Irak yang terlibat dalam operasi militer untuk merebut kembali kota Mosul merebut sejumlah besar persenjataan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Di antara persenjataan yang disita itu terdapat satu unit truk yang digunakan untuk serangan bom bunuh diri dan sejumlah besar amunisi.

Sejumlah besar persenjataan dan amunisi ini disita setelah pasukan Irak merebut beberapa permukiman di dekat Mosul yaitu Intisar, Jadidat Mufti, Salam, Younis Sabawi, dan Palestina.

Salah satu divisi angkatan darat Irak selama tiga pekan mencoba mengamankan kawasan Intisar dan membersihkannya dari perangkap, penembak jitu, dan sisa-sisa anggota ISIS.

Pasukan pemerintah Irak juga mengatakan, mereka sudah merebut beberapa desa di dekat Mosul yaitu Shahrazad dan Shimaa.

Desa-desa yang sudah direbut itu berada di sekitar Ali Rash, sebuah desa yang berjarak sekitar 6,5 kilometer dri Mosul. Desa ini direbut dari ISIS bulan lalu.

Setelah diusir  dari seluruh desa itu, anggota ISIS kemudian bergerak mundur menujuk ke dalam kota Mosul.

Namun, gerak ofensif militer Irak terhambat setelah ISIS bertahan di tempat-tempat persembunyian, menggunakan warga sipil sebagai tameng, bergerak di terowongan bawah tanah.

Pasukan ISIS juga menggunakan pasukan bom bunuh diri, penembak jitu, dan tembakan mortir untuk menghadang laju gerakan pasukan federal Irak.

Perang untuk merebut Mosul dimulai lima pekan lalu dan menjadi operasi militer terbesar yang pernah terjadi Irak setelah operasi militer untuk menggulingkan Saddam Hussein pada 2013.

Kini sekitar 100.000 personel militer Irak, pasukan Peshmerga Kurdi, dan unit-unit paramiliter Syiah mengepung Mosul yang dipertahankan sekitar 5.000 anggota ISIS.

Jika Mosul bisa direbut kembali, maka itu adalah langkah besar Irak untuk menghancurkan ISIS. Sementara itu, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi memerintahkan pengikutnya untuk mempertahankan Mosul hingga titik darah penghabisan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Mirror
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.