Kompas.com - 23/11/2016, 07:24 WIB
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com - Operasi militer Myanmar terhadap kelompok separatis di negara bagian Rakhine menyisakan nestapa buat etnis minoritas Rohingya.

Ribuan rumah mereka dibakar dan belasan perempuan diperkosa. Militer Myanmar menepis tudingan tersebut, sebagaimana dilaporkan Deutche Welle, Selasa (22/11/2016).

Nestapa kembali menyapa etnis minoritas Rohingnya setelah insiden pembunuhan sembilan prajurit penjaga perbatasan Myanmar, 9 Oktober 2016.

Sejak saat itu 100 orang tewas terbunuh, ratusan ditahan di penjara militer, dan lebih dari 150.000 pengungsi dibiarkan tanpa makanan dan obat-obatan.

Belasan perempuan juga mengaku diperkosa. Sebanyak 1.200 bangunan rata dengan tanah dan 30.000 orang melarikan diri.

U Aung Win, pejabat yang ditugaskan menyelidiki insiden 9 Oktober 2016 mengatakan, para serdadu tidak akan memerkosa perempuan Rohingya karena "mereka sangat kotor."

Myanmar punya sejarah panjang mengebiri hak sipil etnis Rohingya.

Minoritas muslim di negara bagian Rakhine itu tidak diakui sebagai warga negara dan sebab itu kehilangan hak untuk menikah secara resmi, mendapat pendidikan layak atau bahkan beribadah.

Citra satelit yang dipublikasikan oleh lembaga HAM, Human Rights Watch (HRW),  mengindikasikan setidaknya 430 rumah dibakar oleh militer.

Pemerintah Myanmar membantah tudingan tersebut. Pemerintah sebaliknya menuduh kelompok militan Islam yang membakar desanya sendiri untuk menyudutkan militer dan mencari perhatian dunia internasional.

Halaman:
Sumber DW
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.