Kompas.com - 22/11/2016, 07:44 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Singapura tidak memiliki landasan hukum untuk menentang praktik sunat perempuan. Namun, banyak warga muslim yang mendapat arahan dari Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), sebuah badan yang mengatur masalah-masalah keagamaan untuk warga muslim.

Ibrahim Sawifi dari MUIS mengaku pihaknya "tidak menerima prosedur apapun yang mencederai seseorang." DIa menambahkan bahwa MUIS "selalu bersikap bahwa sunat perempuan seharusnya dihindari."

Akan tetapi, banyak warga muslim Melayu, khususnya generasi yang lebih tua, meyakini prosedur itu akan mengurangi gairah seksual seorang perempuan sehingga mengurangi risiko perselingkuhan dalam pernikahan.

Lainnya meyakini praktik itu harus dilakukan lantaran merupakan bagian dari hukum Islam, walau tidak disebut sebagai kewajiban dalam Al Quran.

"Saya telah mengalaminya, putri saya mengalaminya, dan saya tentu ingin cucu perempuan saya mengalaminya," kata seorang perempuan muslim Melayu berusia 45 tahun kepada BBC.

"Ini adalah sesuatu yang diharuskan bagi kami dalam Islam," katanya.

Lakukan dulu, bertanya kemudian

"Jika (sunat perempuan) dilakukan, orang itu akan mendapat pahala ekstra. Namun jika tidak dilakukan, orang itu tidak dianggap berdosa atau menentang aturan dalam Islam," kata Dr Maznah Mohamad dari Departemen Kajian Melayu, Universitas Nasional Singapura.

Namun, menurut Maznah, masyarakat masih takut dianggap melawan Islam jika mereka tidak menyunat anak perempuan mereka.

Filzah Sumartono, seorang aktivis yang berperan sebagai koordinator bagian hak kesetaraan gender di LSM Aware, menilai sunat perempuan bermakna mendalam bagi perempuan dan tubuhnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.