Kompas.com - 22/11/2016, 05:40 WIB
Angkatan Bersenjata Myanmar merilis foto yang memperlihatkan tentara berupaya memadamkan api di rumah yang terbakar di kampung orang Rohingya.
AFP/BBCAngkatan Bersenjata Myanmar merilis foto yang memperlihatkan tentara berupaya memadamkan api di rumah yang terbakar di kampung orang Rohingya.
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com – Human Rights Watch mengeluarkan sejumlah foto satelit yang memperlihatkan sekitar 820 struktur bangunan hancur antara 10 hingga 18 November ini.

Foto satelit dikeluarkan setelah HRW melaporkan adanya penghancuran 1.200 rumah hingga rata dengan tanah di beberapa permukiman etnis Rohingya di Myanmar dalam enam pekan terakhir ini.

Militer Myanmar sedang menggelar operasi di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam kurun waktu tersebut, namun pemerintah membantah bahwa militer menghancurkan rumah-rumah warga.

Dalam laporannya pada Senin (21/11/2016), BBC belum bisa mengukuhkan skala penghancuran di permukiman Rohingya karena pemerintah memblokade wartawan asing pergi  ke Rakhine.

Puluhan ribu orang dilaporkan sudah mengungsi dari Rakhine. Agence France Presse melaporkan sebelumnya, petugas penjaga pantai Banglades mengusir pulang 125 Muslim Rohingya yang hendak masuk ke wilayahnya.

HRW/BBC Foto satelit kampung Wa Peik, di Maungdaw, Myanmar, 10 November 2016.
Kelompok minoritas dari Rakhine itu sedang melarikan diri dari kerusuhan yang disertai kekerasan di negara tetangga Myanmar.

Pihak berwenang Banglades melakukan patroli di Sungai Naf, yang memisahkan perbatasan di bagian tenggara Banglades dengan Myanmar barat, sehingga mendapati 125 orang Rohingya itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa justru orang Rohingya yang sengaja membakar rumah mereka sendiri untuk menarik perhatian dunia internasional.

HRW sebelumnya mengidentidikasikan 430 bangunan dihancurkan di tiga kampung berdasarkan foto satelit yang diumumkan pada 13 November lalu.

Juru bicara Kepresidenan Myanmar, Zaw Htay, menuduh lembaga pegiat hak asasi HRW tersebut melebih-lebihkan fakta dalam laporannya seperti dilaporkan BBC.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.