Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/11/2016, 17:19 WIB
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com - Seperti apa pandangan seorang anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terkait apa yang sudah dilakukan organisasi tersebut selama sekitar dua tahun terakhir?

Untuk pertama kalinya sebuah wawancara resmi dilakukan dengan salah satu anggota penting ISIS, yaitu Rachid Kassim (29).

Anggota ISIS asal Perancis itu dikaitkan dengan sejumlah aksi teror di Eropa termasuk pembunuhan polisi dan istrinya di dekat Paris, dan pembunuhan pastor di Normandia.

Rachid diyakini menggunakan aplikasi Telegram yang terenkripsi untuk menyebarkan perintahnya hingga aplikasi itu ditemukan intelijen Perancis pada September lalu.

Pria kelahiran Perancis itu akhirnya bersedia memberikan wawancara resmi kepada Amarnath Amarasingam, akademisi dengan spesialiasi riset ekstremisme dan berbasis di Washington DC, AS.

Dalam wawancara itu, Rachid membicarakan banyak hal termasuk perasaannya saat memenggal kepala seorang sandera.

Rachid muncul dalam sebuah video propaganda ISIS pada Juli lalu, enam hari setelah Mohamed Lahouaiej Bouhel menabrakkan truknya di kota Nice dan menewaskan 86 orang.

Dalam video itu, Rachid memuji aksi di Nice dan mengancam akan menggelar lebih banyak aksi teror di Perancis.

Dia juga menyerukan pembunuhan mereka yang dianggap musuh-musuh ISIS. Saat ditanya soal perasaannya tentang pembunuhan yang dilakukannya, inilan jawaban Rachid.

"Memotong kepala seekor hewan, bisa jadi pekerjaan yang sulit. Namun, memenggal musuh Tuhan, adalah sebuah kebahagiaan," ujar Rachid.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Mirror
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.