Turki Berencana Hapus Jabatan Perdana Menteri dari Sistem Pemerintahan

Kompas.com - 17/11/2016, 18:26 WIB
EditorErvan Hardoko

ISTANBUL, KOMPAS.com - Turki dikabarkan akan menghapus jabatan perdana menteri dalam perubahan bersejarah menuju sistem presidensial yag diusulkan pemerintah.

Menteri Kehutanan dan Pengairan Veysel Eroglu mengatakan, dalam sistem baru nanti akan ditempatkan satu atau dua wakil presiden di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Secara umum nantinya hanya ada seorang presiden yang dibantu seorang wakil presiden, seperti di AS, atau kami akan memiliki lebih dari satu wakil presiden," kata Eroglu.

Eroglu menambahkan, meski cetak biru perubahan sistem pemerintahan ini belum muncul tetapi hampir pasti bahwa para menteri kabinet tidak akan merangkap sebagai anggota parlemen.

"Apa yang sedang dipikirkan adalah sebuah sistem di mana legislatif dan eksekutif berjalan terpisah," tambah dia.

Eroglu melanjutkan, presiden merupakan kader partai politik sehingga di sistem baru Erdogan bisa "memulihkan" hubungan dengan Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP).

Dalam sistem lama, kaitan antara Erdogan dan partai politik pendukungnya harus diputus sebelum dia menjadi presiden.

Erdogan, yang terpilih menjadi presiden pada 2014 setelah lebih dari satu dekade menjadi perdana menteri, tengah berupaya membentuk sistem presidensial yang kuat seperti AS atau Perancis.

Namun, untuk mengubah sistem pemerintahan, Erdogan harus menggelar referendum. Dan referendum harus didukung 330 suara dari 550 anggota parlemen.

Eroglu memperkirakan, referendum akan digelar tahun depan dengan dukungan suara dari kubu oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP).

Rencana perubahan sistem pemerintahan ini langsung menuai kecaman para rival politik Erdogan yang menuding rencana ini akan membawa Turki menjadi negara yang dikuasai satu orang.

Sebelum Erdogan menjadi kepala negara, perdana menteri dianggap sebagai orang nomor satu di Turki. Namun kini, PM Binali Yildirim jelas terlihat bahwa dia berada di bawah perintah Erdogan.

Sebenarnya Erdogan sudah banyak dikecam para sekutu Baratnya karena terus memberantas lawan-lawan politiknya usai kudeta militer yang gagal pada Juli lalu.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X