Kompas.com - 17/11/2016, 14:50 WIB
Tentara Irak memperlihatkan bendera ISIS yang diperoleh setelah mereka merebut pertahanan ISIS di sebuah desa di sisi timur kota Mosul. BULENT KILIC / AFP Tentara Irak memperlihatkan bendera ISIS yang diperoleh setelah mereka merebut pertahanan ISIS di sebuah desa di sisi timur kota Mosul.
EditorPascal S Bin Saju

BAGHDAD, KOMPAS.com – Militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) diduga telah membunuh lebih dari 300 mantan polisi Irak tiga pekan silam.

Para korban kemudian disatukan dalam kuburan massal di dekat kota Hammam al-Alil, selatan Mosul, kota besar kedua di Irak, kata Human Rights Watch, Kamis (17/11/2016).

Seorang reporter Reuters mengunjungi lokasi kuburan massal itu. Penduduk mengatakan, militan ultra-garis keras itu menguburkan para korban yang ditembak mati atau dipenggal.

Warga setempat meyakini lebih dari 200 orang dibunuh dalam beberapa minggu terakhir sebelum ISIS menarik diri dari kota tersebut, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

HRW mengatakan, beberapa mantan polisi dipisahkan dari sebuah kelompok yang terdiri dari 2.000 orang dari kampung atau kota terdekat.

Setelah dikumpulkan, mereka kemudian dipaksa untuk berbaris di mengiringi militan bulan lalu ketika mereka mundur ke Mosul dan kota Tal Afar.

Mengutip penjelasan seorang pekerja, HRW mengatakan, militan ISIS mengerahkan empat truk besar untuk mengangkut 100 hingga 125 orang.

Ratusan orang itu dikenalnya sebagai para mantan polisi. Beberapa menit kemudian, ia mendengar tembakan senjata otomatis dan jeritan para orang-orang itu yang diduga dieksekusi ISIS.

Para malam berikutnya, 29 Oktober, peristiwa serupa berulang, dengan antara 130-145 orang, kata saksi mata kepada HRW.

Saksi lain, warga Hammam al-Alil, mengatakan, dia mendengar tembakan senjata otomatis di wilayahnya selama tujuh menit, selama tiga malam berturut-turut.

"Ini adalah bukti lain dari pembunuhan massal yang mengerikan oleh ISIS terhadap para mantan  aparat penegak hukum di dalam dan sekitar Mosul," kata Joe Stork, Wakil Direktur HRW Wilayah Timur Tengah.

"ISIS bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.