Kompas.com - 14/11/2016, 17:21 WIB
Ratusan demonstran RD Kongo turun ke jalan untuk ambil bagian dalam aksi protes massa oposisi di Kinshasa, 19 September 2016. Beberapa orang di antaranya merusak papan reklame yang antara lain menampilkan wajah Presiden Joseph Kabila.
AFP/Eduardo SoterasRatusan demonstran RD Kongo turun ke jalan untuk ambil bagian dalam aksi protes massa oposisi di Kinshasa, 19 September 2016. Beberapa orang di antaranya merusak papan reklame yang antara lain menampilkan wajah Presiden Joseph Kabila.
EditorPascal S Bin Saju

KINSHASA, KOMPAS.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendesak pemerintah Republik Demokratik (RD) Kongo agar menciptakan transisi kekuasaan yang damai.

Hal tersebut disampaikan diplomat dari beberapa negara anggota DK PBB dalam kunjungan ke pada Sabtu (12/11/2016) dan Minggu (13/11/2016) seperti dilaporkan Reuters, Senin (14/11/2016).

Kunjungan tim DK PBB itu bertujuan untuk mengatasi kebuntuan terkait masa jabatan Presiden Josep Kabila dan mencegah terjadinya kerusuhan besar saat masa jabatan Kabila berakhir.

Masa jabatan Presiden Kabila seharusnya berakhir pada 19 Desember 2016. Namun, ia menolak mundur sebelum pemilu digelar.

Pelaksanaan pemilu ditunda hingga April 2018 karena proses registrasi yang lambat.

Kabila berjanji akan terus menjabat sampai pemilu berlangsung, tetapi oposisi menuduh Kabila memanipulasi proses pendaftaran pemilih sehingga terus berkuasa di RD Kongo.

Meski demikian, pendukungnya menyangkal tuduhan itu. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar menentang Kabila yang telah berkuasa sejak ayahnya dibunuh pada 2001.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih dari 50 orang tewas akibat kerusuhan September lalu. Anggota DK PBB mengatakan, upaya Kabila mengubah UU tidak menyelesaikan masalah.

Oposisi menuduh, rencana itu memungkinkan Kabila menjabat hingga tiga periode. "RD Kongo akan menghadapi masa paling penting dalam sejarahnya," kata Dubes Perancis untuk PBB, Francois Delattre.

"Untuk pertama kalinya, transisi kekuasaan yang damai jelang akhir jabatan Presiden Kabila mungkin terwujud," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.