Yusa Djuyandi
Dosen dan Peneliti

Dosen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran dan Peneliti Pada Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi)

Meneropong Kebijakan Pertahanan Donald Trump dan Dampaknya Bagi Indonesia

Kompas.com - 14/11/2016, 06:32 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorFidel Ali

Adanya rencana presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, untuk menjadikan kembali Amerika sebagai negara yang besar dan disegani, terutama dengan memperkuat kembali pertahanannya, maka diprediksi akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap peran dan posisi Indonesia.

Sebagaimana pernah terjadi pada masa pemerintahan Bush yang banyak mengedepankan agresi terhadap negara-negara di Timur Tengah, maka pada saat itu Indonesia berada pada posisi yang tegas menolak langkah agresi Amerika.

Demikian juga seharusnya sikap Indonesia ke depan, yaitu dengan tetap memilih sebagai negara yang mengedepankan perdamaian dan pendekatan persuasif dalam mengatasi konflik atau permasalahan yang terjadi di tingkat internasional.

Pendekatan prinsip perdamaian yang dijalankan Indonesia juga setidaknya perlu disertai dengan sikap kritis, jika di masa yang akan datang Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin Trump lebih mengedepankan perang dalam mengatasi persoalan.

Indikasi sikap agresif kebijakan Trump sendiri sebenarnya sudah dapat terlihat ketika dirinya menyinggung tentang perang melawan Iran, dan langkah-langkah tegas yang perlu diambil dalam menyelesaikan krisis di Iraq dan Suriah.

Kembali kepada sikap kritis pemerintah Indonesia, hal itu diperlukan mengingat langkah militer dengan segala bentuknya lebih banyak menimbulkan implikasi negatif terhadap kehidupan masyarakat sipil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.