Bom Hantam Markas Militer AS di Afghanistan, Empat Orang Tewas

Kompas.com - 13/11/2016, 06:36 WIB
AS menempatkan pasukan di Afghanistan sejak 2001 ReutersAS menempatkan pasukan di Afghanistan sejak 2001
EditorBayu Galih

KOMPAS.com - Ledakan besar terjadi di markas udara Bagram di Afghanistan, yang merupakan fasilitas militer terbesar di AS, dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Menurut gubernur distrik setempat Haji Shookor pada BBC. sedikitnya 14 orang lain terluka dalam ledakan tersebut.

Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Menurut Taliban, pengebom bunuh diri mereka yang melakukan aksi tersebut, dan dilaporkan, mengenai area ruang makan.

Markas militer dekat Kabul itu memang sering menjadi sasaran serangan bagi Taliban yang meningkatkan operasinya menjelang musim dingin.

Serangan tersebut membobol salah satu markas militer dengan pertahanan terbaik di Afghanistan.

Bagram diserang saat orang berkumpul untuk merayakan Hari Veteran.

Jenderal John W Nicholson, komandan militer AS di Afghanistan, mengatakan lewat sebuah pernyataan:

"(Kepada) keluarga dan teman para korban yang terluka dalam serangan hari ini, saya memastikan bahwa mereka menerima perawatan kesehatan terbaik, dan kami akan mengingat mereka."

Menurut Jenderal Nicholson, insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, dia tak mengungkap kewarganegaraan para korban.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa ledakan tersebut memberi "kerusakan berat pada penjajah AS".

Serangan di Bagram tersebut terjadi hanya sehari setelah konsulat Jerman di kota Mazar-e-Sharif di Afghanistan utara diserang oleh bom bunuh iri Taliban yang menewaskan enam warga sipil dan melukai 120 lainnya.

Jumat lalu, Taliban mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan udara koalisi di Kunduz yang dilaporkan menewaskan 30 warga sipil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X