Kompas.com - 11/11/2016, 13:33 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Salah satu janji yang paling menggelisahkan sebagian warga Amerika Serikat saat Donald Trump berkampanye adalah soal larangan warga Muslim masuk ke AS.

Satu janji kampanye tersebut sempat menghilang dari situs kampanye Presiden AS dari Partai Republik ini, sebelum kembali muncul pada Kamis atau Jumat WIB (11/11/2016).

Salah satu staf kampanye Trump mengatakan kepada media, teks yang diunggah pada bulan Desember pasca serangan teror di San Bernardino, California, lenyap karena kesalahan teknis.

Janji itu kembali dimunculkan setelah ada wartawan yang mempertanyakan hilangnya janji kampanye tersebut.

"Segala hal spesifik dalam bentuk siaran pers yang ada di laman itu pun dialihkan ke homepage. Hal itu kini sedang diperbaiki dan akan pulih dalam waktu tak lama," demikian bunyi pernyataan tertulis dari tim kampanye Trump. 

Bulan Desember lalu, Trump mengatakan, imigran Muslim membawa ancaman bagi keamanan di AS. Dia lantas menyerukan langkah pelarangan warga Muslim masuk ke AS secara total.

"Sampai otoritas di negeri ini mampu memetakan apa yang sebenarnya sedang terjadi," demikian tulis Trump, seperti dikutip AFP.

Poin itu menjadi salah satu dari sekian pokok pikiran yang dipublikasikan di website tersebut.

Pernyataan lainnya termasuk pembangunan tembok pemisah antara Mexico dan AS, dan kritik Trump soal pengakuan para wanita yang menyebut pernah dilecehkan oleh pengusaha kaya raya itu. 

Pokok-pokok pikiran Trump tersebut telah menimbulkan keresahan dan perlawanan besar dari publik di AS, dan menyebutnya sebagai xenophobia.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.