Kompas.com - 10/11/2016, 18:30 WIB
Foto yang diambil pesawat pengintai Norwegia ini memperlihatkan kapal induk Rusia, Admiral Kuznetzov berlayar di perairan internasional tak jauh dari lepas pantai Norwegia. Reuters/IndependentFoto yang diambil pesawat pengintai Norwegia ini memperlihatkan kapal induk Rusia, Admiral Kuznetzov berlayar di perairan internasional tak jauh dari lepas pantai Norwegia.
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com — Kapal-kapal perang Rusia yang kini berada di Laut Tengah mengusir sebuah kapal selam AL Belanda yang membayangi armada tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jendera Igor Konashenkov mengatakan, dua kapal perusak Rusia memergoki kapal selam kelas Walrus itu saat berada 20 kilometer dari kapal induk Admiral Kuznetzov, Rabu (9/11/2016).

Kapal-kapal perusak itu sudah mengetahui keberadaan kapal selam tersebut selama sekitar satu jam dengan menggunakan helikopter anti-kapal selam.

"Selanjutnya kami memaksa kapal selam itu meninggalkan kawasan tersebut," ujar Mayjen Konashenkov.

Namun, Konashenko tidak merinci bagaimana cara armada Rusia mengusir kapal selam Belanda itu.

"Sebuah manuver gegabah yang terlalu dekat dengan armada Rusia ini bisa saja berujung dengan sebuah kecelakaan," tambah Konashenkov.

Konashenkov menambahkan, armada Rusia di Laut Tengah itu sebelumnya sudah melihat sejumlah kapal selam NATO, termasuk kapal selam nuklir AS kelas Virginia, dalam perjalanan menuju Laut Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, seorang pejabat NATO yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, angkatan laut NATO sudah mengawasi armada Rusia itu selama beberapa pekan dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai prosedur.

Sedangkan Kementerian Pertahanan Belanda lewat akun Twitter-nya mengatakan tidak akan mengomentari operasi yang dilakukan kapal-kapal selamnya.

Kapal induk Admiral Kuznetzov didampingi kapal penjelajah bertenaga nuklir Peter the Great dan beberapa kapal perang lain dalam misi di lepas pantai Suriah.

Ini merupakan pengerahan armada Rusia paling besar sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.