Kompas.com - 09/11/2016, 17:59 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Juga soal perang melawan perubahan iklim, efek rumah kaca, dan perjanjian iklim Paris, Perancis, atau soal pembatasan jejak karbon perusahaan-perusahaan di dalam negeri.

Diperkirakan juga soal kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Obama pernah mengatakan, seperti dilaporkan Agence France-Presse, Trump adalah bahaya bagi demokrasi.

"Kita tidak dapat mendukung pria tersebut. Tidak dapat melakukan itu," kata Obama saat ia berada di Las Vegas beberapa hari lalu.

Presiden AS Barack Obama, Agustus lalu, melontarkan serangan terkerasnya kepada calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

Obama menyebut Trump tak layak menjadi presiden dan menyerukan agar para pemimpin Partai Republik agar "tak mengakui" Trump sebagai bagian dari mereka.

"Dia terus membuktikan itu (tak layak menjadi presiden)," kata Obama.

Dalam beberapa hari belakangan ini, Trump terus meluncurkan pernyataan kontroversial tentang Muslim, bayi, pemadam kebakaran, hingga militer. 

Namun, setelah kemenangan Trump, Obama juga langsung menyampaikan ucapan selamat kepada Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.