Kompas.com - 09/11/2016, 15:38 WIB
Donald Trump mengepalkan tangannya saat memastikan kemenangan dalam pemilihan presiden AS tahun ini. Di belakangnya terlihat pasagannya, Mike Pence. MARK WILSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPDonald Trump mengepalkan tangannya saat memastikan kemenangan dalam pemilihan presiden AS tahun ini. Di belakangnya terlihat pasagannya, Mike Pence.
EditorPascal S Bin Saju

NEW YORK, KOMPAS.com — Presiden AS terpilih, Donald Trump, mengatakan, pemerintahan yang akan dipimpinnya siap membangun "kemitraan, dan bukan konflik” dengan negara lain.

Pernyatan Trump disampaikan di depan para pendukungnya setelah hasil pemilu menujukkan dia menang dari rivalnya, Hillary Clinton, Rabu (9/11/2016) dini hari waktu setempat atau siang WIB.

Hasil akhir menunjukkan, Trump menang telak dengan meraih 288 electoral votes dan Hillary hanya memetik 216 electoral votes dari 538 electors, seperti ditayangkan secara langsung oleh CNN, Rabu sore WIB.

“Setiap satu warga Amerika akan memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi dirinya secara penuh,” kata Trump dalam pidato kemenangannya sambil mengaku telah mendapat telepon ucapan selamat dari Hillary, kandidat dari Partai Demokrat.

"Pria dan wanita yang terlupakan di negeri kita takkan pernah dilupakan lagi. Kita bersiap untuk memperbaiki kota-kota dan membangun infrastruktur kita,” katanya disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.

Trump, yang diusung oleh Partai Republik, juga menambahkan, “Kita akan berjalan bersama dengan negara-negara lain yang ingin maju bersama kita.”

“Kita akan membangun hubungan dengan semua orang (dan mencari) kemitraan, bukan konflik (dengan negara-negara lain),” kata Trump yang berdiri di samping keluarga besarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Trump, "Kita akan memimpikan hal-hal besar untuk negara kita, hal-hal yang membuat kita sukses," kata presiden terpilih itu.

Sebelum Trump muncul di panggung, Mike Pence yang berpasangan sebagai wakil presiden menyatakan, "Ini adalah malam bersejarah."

"Rakyat Amerika telah berbicara, dan rakyat Amerika telah memilih sang juara baru mereka. Amerika telah memilih presiden baru," kata Pence di panggung bersama keluarganya. 

Kata-kata Trump dalam pidato singkatnya itu tampak sejuk, berbeda dari pernyataan dan sikapnya yang diperlihatkan dalam kampanye selama ini.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.