Kompas.com - 09/11/2016, 12:47 WIB
EditorPascal S Bin Saju

OTTAWA, KOMPAS.com — Banyak warga AS gelisah dan membuka situs Imigrasi Kanada sehingga jebol setelah Donald Trump semakin dekat mencapai kemenangan pemilu.

Bergerak untuk menetap di Kanada tentu saja tidak mudah dan juga mustahil, seperti dilaporkan oleh The Independent, Rabu (9/11/2016).

Situs Imigrasi Kanada rusak ketika ratusan ribu pengunjung halaman internet tersebut berusaha mencari berbagai kemungkinan, termasuk syarat-syarat untuk meninggalkan AS menuju Kanada.

''Citizenship and Immigration Canada" tidak bisa dibuka karena, tampaknya, banyak orang yang mengunjungi situs tersebut dalam usaha mencari informasi untuk meninggalkan AS menuju Kanada, demikian disampaikan oleh media massa Inggris tersebut.

Situs imigrasi Kanada biasanya akan menawarkan cara-cara untuk tinggal atau menetap sementara atau untuk menjadi warga di negara tersebut.

Akibat banyak pengunjung yang membuka situs, hal tersebut tidak saja membuat halaman situs menjadi lama untuk loading, tetapi juga sama sekali tidak dapat diakses.

Ada berbagai jenis kewarganegaraan yang ditawarkan Kanada, sebagian besar mengharuskan orang-orang datang untuk bekerja atau menetap dengan keluarga mereka.

Donald Trump, yang telah berkoar-koar dengan cara meyakinkan untuk bisa menjadi presiden terpilih AS, telah menyebabkan kecemasan besar di antara lawan-lawannya.

Tekanan serupa untuk meninggalkan negara juga terjadi di Inggris setelah warga menyaksikan pemilihan umum dan jajak pendapat untuk meninggalkan Uni Eropa (Brexit).

Akun Twitter resmi AS, merujuk pada hasil sementara pemilu AS, tampak jelas menunjukkan bahwa Trump memiliki peluang besar untuk pindah kantor ke Gedung Putih.

Sementara itu, Kanada telah aktif dalam usaha untuk menampung atau menerima pengungsi dari berbagai negara dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Kanada mengaktifkan kampanye untuk menyambut imigran atau pengungsi dari perang Suriah, misalnya, dan pasti juga akan menyambut pengungsi dari negara lainnya, termasuk dari negara tetangga, AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.