Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/11/2016, 11:21 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Setelah menang di negara bagian Ohio, kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump kembali menang di daerah-daerah kunci.

Kali ini, sang taipan asal New York meraup perolehan suara besar di Florida dan Carolina Utara, sekaligus menjadi pukulan telak bagi Hillary Clinton.

Memenangkan dua negara bagian di wilayah selatan AS ini dianggap sangat menentukan bagi kedua kandidat.

Namun, Trump sangat membutuhkan Florida atau sering disebut The Sunshine State untuk mendapatkan 270 suar di electoral college.

Sebelumnya Donald Trump secara mengejutkan berbalik unggul di perhitungan electoral college pemilihan presiden Amerika Serikat yang kini sedang berlangsung.

 

Berdasarkan proyeksi CNN per pukul 10.30 waktu bagian timur Amerika, taipan real estat itu sejauh ini unggul dengan 167 electoral votes berbanding 122 electoral votes.

Hasil-hasil yang masuk mayoritas masih berasal dari negara bagian solid yang sudah hampir pasti dikantungi oleh kedua capres.

Namun, berita buruk bagi calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton adalah kekalahan di Ohio, sebagai salah satu swing state krusial.

Hillary memang tidak pernah diunggulkan untuk memenangi Ohio namun tanpa diduga dia kalah hingga 10 poin dari Trump.

Kekalahan yang telak di Ohio memberi sinyal bagi Hillary bahwa dia berpotensi meraih hasil lebih buruk atau bahkan menderita kekalahan tidak terduga dari Trump.

Sejarah menunjukan belum ada satu pun capres Republik yang memenangi Gedung Putih tanpa memenangkan Ohio.

Berita buruk lain bagi Hillary adalah dia secara mengejutkan juga tertinggal saat ini di Wisconsin, Michigan, dua dari lima benteng pertahanan “Blue Firewall” untuk memenangi pilpres.

Trump tanpa diduga tampil lebih baik dari prediksi karena melesatnya pemilih kulit putih tidak berpendidikan dari daerah rural yang memang merupakan basis suara pebisnis itu.

Jika sampai Hillary gagal memenangkan kedua negara bagian itu, maka jalannya menuju Gedung Putih akan semakin terjal.

Mantan Menteri Luar Negeri ini masih bisa mengandalkan swing state lain seperti Florida, New Hampshire, Nevada, dan North Carolina.

Persaingan di Florida, New Hampshire, North Carolina itu sangat ketat di mana Trump pun masih unggul tipis.

Sementara itu, proses pemungutan suara masih berlangsung di Nevada.

Hillary masih unggul di Pennsylvania, Colorado, dua negara bagian kunci yang berpotensi untuk menahan laju Trump menuju 270 electoral votes.

Hillary juga telah mengunci kemenangan di Virginia, setelah sempat tertinggal di awal perhitungan suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com