Kompas.com - 07/11/2016, 19:48 WIB
Para prajurit naik di atas tank dalam latihan militer bersama antara Lituania, Polandia dan Ukraina pada September 2012 di Pabrade, dekat Vinius, Lithuania. AFPPara prajurit naik di atas tank dalam latihan militer bersama antara Lituania, Polandia dan Ukraina pada September 2012 di Pabrade, dekat Vinius, Lithuania.
EditorErvan Hardoko

BRUSSELS, KOMPAS.com - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menyiagakan 300.000 personel militer di tengah ketegangan antara Rusia dan negara-negara Baltik.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg berharap bisa semakin mengefektifkan kemampuan prajuritnya dalam menghadapi situasi tempur.

Bulan lalu, dikabarkan NATO siap menempatkan 4.000 personel militer di perbatasan antara Rusia dan negara-negara Baltik dalam sebuah pengerahan pasukan paling besar sejak Perang Dingin.

Pasukan yang disiagakan di perbatasan itu berasal dari seluruh negara anggota pakta pertahanan tersebut.

"Kami memperhatikan Rusia sangat aktif dalam banyak hal. Rusia juga meningkatkan anggaran militer hingga tiga kali lipat sejak 2000, membangun kemampuan militer baru, melatih tentara mereka dan menyerang tetangganya," tambah Stoltenberg.

Akibat kondisi itu, lanjut Stoltenberg, NATO merespon dengan pengerahan pasukan terbesar secara kolektif sejak Perang Dingin berakhir.

Stoltenberg enggan menyebut jumlah pasti pasukan yang disiagakan, tetapi perwakilan Inggris di NATO, Sir Adam Thomson mengatakan, jumlah pasukan yang disiagakan berkisar antara 300.000 personel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sir Adam mengatakan, tujuannya adalah untuk mencari cara memobilisasi pasukan tersebut dalam dua bulan dan bukan dalam enam bulan seperti prosedur baku selama ini.

NATO meningkatkan kesiagaannya sejak Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea pada 2014.

Selain itu, NATO juga ingin memberi jaminan kepada Lithuania, Latvia, dan Estonia bahwa Rusia tak akan mencaplok kembali ketiga negara kecil itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.