Armata, Tank Super Rusia yang Membuat Negara Barat Gelisah

Kompas.com - 07/11/2016, 18:31 WIB
Setelah lama tak memproduksi tank, Rusia memamerkan tank terbaru produksi negeri itu T-14 Armata. EPA/Daily MailSetelah lama tak memproduksi tank, Rusia memamerkan tank terbaru produksi negeri itu T-14 Armata.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Intelijen militer Inggris mengeluarkan peringatan terkait sebuah tank super yang sedang dikembangkan Rusia.

Sebuah laporan internal yang ditulis seorang perwira intelijen senior memunculkan keraguan akan kemampuan angkatan darat Inggris mengimbangi tank terbaru Rusia, Armata.

Laporan itu juga mengkritik keputusan pemerintah Inggris yang berencana meluncurkan tank supernya dalam jangka waktu 20 tahun mendatang.

"Tanpa melebih-lebihkan, tank Armata mewakili langkah paling revolusioner rancangan tank dalam 50 tahun terakhir," demikian isi catatan yang diperoleh harian The Sunday Telegraph.

Catatan itu menambahkan, tank Armata sangat ringan, cepat dan lebih tak terdeteksi radar dibanding tank sejenis buatan negara-negara Barat.

"Untuk pertama kalinya, sebuah tank otomatis dan digital dilengkapi dengan menara tanpa awak. Dan untuk pertama kali juga awal tank berada di dalam kapsul bersenjata di haluan depan," tambah laporan itu.

Laporan tersebut menyebut, Inggris telah tertinggal jauh dalam perlombaan teknologi tank di antara negara-negara besar.

Sebab, Inggris terlalu fokus mengembangkan tank yang tahan serangan bom rakitan yang ditanam di jalanan Afganistan dan Irak.

Laporan itu juga menyoroti bahwa angkatan bersenjata Rusia terus menambah personel di saat negara-negara Barat, termasuk Inggris memangkas personel militernya karena masalah anggaran.

Lebih jauh laporan itu mengatakan, Rusia sudah memiliki 2.500 tank dengan cadangan sebanyak 12.500 unit tank.

Selain itu, Rusia juga berencana membagun 120 unit tank Armata setahun mulai 2018. Dengan jumlah ini maka armada tank Rusia berjumlah 35 kali lebih besar dibanding Inggris.

Para pakar meyakini, armada tank Rusia sanggup melumat Estonia, Latvia, dan Lithuania hanya dalam 60 jam pertama jika terjadi invasi.
 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X