Pakistan Tuduh 8 Diplomat India Terlibat Spionase dan Terorisme

Kompas.com - 04/11/2016, 08:23 WIB
Associated Press Para demonstran melakukan unjuk rasa anti-India di Srinagar, ibu kota Kashmir-India hari Senin (8/8/2016).

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kamis (3/11/2016) menuding delapan diplomat India terlibat kegiatan spionase dan mendukung terorisme.

Tudingan ini merenggangkan hubungan diplomatik kedua negara bertengga tersebut.

Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, enam staf Kedubes India di Islamabad bekerja untuk badan intelijen New Delhi Research & Analysis Wing (RAW).

Selain itu, dua diplomat India lagi bekerja sama dengan institusi Biro Intelijen (IB). Nama-nama para diplomat itu kemudian bocor kepada media Pakistan.

Tudingan Islamabad itu terjadi hanya beberapa hari setelah menarik enam staf diplomatiknya di New Delhi setelah India melakukan tuduhan serupa terhadap mereka.

Aksi balasan itu terjadi sementara bentrokan militer antara dua negara bertetangga itu terus berlanjut di Kashmir, wilayah perbatasan yang menjadi potensi konflik panjang.

Bentrokan antara pasukan India dan Pakistan sering terjadi ketika India menangangi kerusuhan akibat warga memprotes New Delhi atas pembunuhan seorang tokoh separatis Kashmir, bulan lalu.

"Sejumlah diplomat dan staf India yang menjadi anggota badan intelijen India RAW dan IB telah diketahui terlibat mengkoordinasikan kegiatan teroris dan subversif di Pakistan dengan kedok penugasan diplomatik,” kata juru bicara Kemenlu Pakistan Nafees Zakaria, Kamis di Islamabad.

Ia menyebut konselor perdagangan India, Rajesh Kumar Agnihotri, sebagai Kepala RAW di Islamabad.  India menolak tuduhan-tuduhan itu yang disebutnya tidak berdasar. 

Hari sebelumnya, Islamabad menarik enam diplomatnya yang bekerja di Kedubes Pakistan di New Delhi.

Dua pejabat Pakistan dan juru bicara India mengatakan Pakistan menarik enam diplomatnya di New Delhi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara gara-gara sengketa wilayah Kashmir.

Pihak berwenang di Islamabad mengaku telah meminta persetujuan Perdana Menteri Nawaz Sharif untuk mengusir beberapa diplomat India.

Di New Delhi, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Vikas Swarup mengonfirmasi, enam diplomat Pakistan sudah balik ke Islamabad, Rabu (2/11/2016) karena ditarik pemerintahnya.



EditorPascal S Bin Saju
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Internasional
Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional

Close Ads X