Kompas.com - 04/11/2016, 07:48 WIB
Kandidat Presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump berdebat di  debat pertama Capres AS di Universitas Hofstra, Hempstead, New York, Selasa pagi  (27/9/2016) WIB. AP PhotoKandidat Presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump berdebat di debat pertama Capres AS di Universitas Hofstra, Hempstead, New York, Selasa pagi (27/9/2016) WIB.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Para pendukung Hillary Clinton mulai gelisah ketika mengetahui hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan dukungan terhadap kandidat Presiden AS dari Demokrat itu menurun.

Ketika hari-hari menuju Pilres AS semakin dekat, keunggulan Hillary atas rivalnya, Donald Trump, calon dari kubu Republik, tampak melemah pada Kamis (3/11/2016), seperti dilaporkan Reuters, Jumat (4/11/2016) pagi ini.

Hillary sebelumnya mengungguli enam poin persentase di atas Trump, sebagaimana jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Rabu (2/11/2016).

Posisi itu sama dengan jajak pendapat pekan lalu, setelah Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey mengirim surat kepada Kongres AS untuk membuka lagi kasus email terkait Hillary.

Hasil jajak pendapat terbaru, lima hari menjelang Pilres AS pada 8 November ini, justru membuat kubu Demokrat dan para pendukungnya resah dan gelisah.

Secara nasional, posisi Hillary merosot tiga angka dari Trump, turun dari 9 poin dari dua pekan sebelumnya, menurut jajak pendapat New York Times/CBS News, Kamis (3/11/2016).

Rata-rata jajak pendapat yang dikompilasi oleh situs RealClearPolitics, Kamis (3/11/2016), juga menunjukkan keunggulan tipis Hillary yakni 1,7 poin persentase atau turun dari yang telah dicapai hingga akhir Oktober.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya khawatir, Trump mungkin menang," kata Nancy Dubs (83), seorang pensiunan di Pittsburgh, yang mengaku memberikan suaranya untuk Hillary. "Saya berpikir ini mungkin saatnya untuk memiliki presiden dari perempuan."

Bagi para pendukung Hillary, telah terjadi pergeseran yang begitu cepat dari rasa percaya diri lalu berubah menjadi penuh kecemasan.

"Saya pikir kita semua sedikit gugup," kata Rajnandini Pillai, seorang profesor di California State University di San Marcos, yang berencana untuk mendukung Hillary.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X