Mantan Presiden Mundur dari Posisi Utusan Khusus Filipina untuk China

Kompas.com - 03/11/2016, 14:46 WIB
Mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos, diutus oleh Presiden Filipinan Rodrigo Duterte ke Beijing, China, untuk memulihkan hubungan terkait meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan pasca putusan Mahkamah Arbitrase Internasional, Juli 2016. The Daily SignalMantan Presiden Filipina, Fidel Ramos, diutus oleh Presiden Filipinan Rodrigo Duterte ke Beijing, China, untuk memulihkan hubungan terkait meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan pasca putusan Mahkamah Arbitrase Internasional, Juli 2016.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Mantan presiden Filipina Fidel Ramos mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan khusus untuk China setelah mengkritik kebijakan Presiden Rodrigo Duterte.

Sebelumnya, Duterte mengatakan dia menerima surat pengunduran diri dari Fidel Ramos, politisi senior yang awalnya menjadi sekutu dekat tetapi kemudian menyebut pemerintahan Duterte sangat mengecewakan.

Menurut Duterte, dirinya dan Ramos tak sepakat mengenai kebijakan terkait hubungan dengan Amerika Serikat dan perang melawan narkoba yang sudah menewaskan 4.000 orang.

"Saya paham dia sangat pro-Barat. Dia tentara yang menimba ilmu di AS. Anda harus ingat Ramos belajar di West Point. Dia tak ingin bertikai dengan AS," kata Duterte kepada jurnalis.

Duterte menunjuk Ramos, presiden Filipina pada 1992-1998, sebagai utusan khusus untuk memperbaiki hubungan negeri itu dengan China.

Hubungan China dan Filipina menegang selama pemerintahan Benigno Aquino terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Ramos (88) kemudian berangkat ke Hongkong pada Agustus lalu untuk membuka jalan kunjungan Duterte ke Negeri Tirai Bambu itu.

Namun, Ramos justru tak terlihat dalam kunjungan Duterte ke Beijing bulan lalu yang mengukuhkan hubungan baik kedua negara dan mengamankan investasi serta pinjaman bernilai miliaran dolar AS dari China.

Pekan ini, kepada stasiun televisi GMA7, Ramos mengatakan, dia mengundurkan diri karena  tugasnya untuk meningkatkan hubungan antara Filipina dan China sudah berakhir.

Dalam beberapa pekan terakhir, pensiunan jenderal yang menjadi kunci berpalingnya militer dari Ferdinand Marcos dalam revolusi "People Power" 1986,  beberapa kali mengkritik Duterte secara terbuka.

Kritik itu terutama terkait ancaman Duterte yang ingin mengakhiri hubungan militer kedua negara yang sudah berlangsung sangat lama.
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Internasional
Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X