Kompas.com - 03/11/2016, 08:54 WIB
Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014 ReutersPemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014
EditorPascal S Bin Saju

BAGHDAD, KOMPAS.com — Pemimpin kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, menyerukan "pantang mundur" kepada anggota militannya untuk menghadapi pasukan Irak yang mulai memasuki Mosul.

Baghdadi menyampaikan seruannya melalui pesan video yang dirilis pada Kamis (3/11/2016) sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Agence France-Presse.

Mosul adalah kota besar kedua di Irak, dan menjadi kota paling besar di bagian utara negara itu. Baghdadi mendeklarasikan khalifahnya di Mosul setelah ISIS masuk ke kota itu pada 2014.

"Jangan mundur," demikian suara dalam video yang dirilis pada Kamis ini Al-Furqan, media yang berafiliasi dengan ISIS, dan suara itu dilaporkan sebagai milik Baghdadi.

"Mempertahankan posisi kalian di lapangan dengan kehormatan adalah seribu kali lebih mudah daripada mundur membuat malu," demikian pesan suara yang diduga dari Baghdadi itu, pesan pertama dalam kurun waktu lebih dari satu tahun ini.

"Kepada semua rakyat Ninive, terutama para anggota militan, berhati-hatilah atas setiap kelemahan dalam menghadapi musuh kalian," kata Baghdadi, mengacu pada provinsi di Irak utara itu, yang beribukotakan Mosul.

Informasi tentang kesehatan pemimpin ISIS, gerakannya, dan keberadaannya masih simpang siur. Seorang petinggi Kurdi sebelumnya mengatakan, Baghdadi bersembunyi di Mosul.

Pada Juni 2014, beberapa hari setelah para anggota militan ISIS merebut sejumlah wilayah di Irak, Baghdadi membuat penampilan publik yang jarang di Mosul. Ia mengumumkan pembentukan sebuah "negara" Islam untuk melawan Pemerintah Irak dan Suriah.

"Khalifah" yang dipimpin Baghdadi sebenarnya telah terus menyusut sejak tahun lalu, dan pasukan Irak awal pekan ini telah mencapai Mosul, kubu pertahanan terakhir kelompok militan ISIS di Irak.

Koalisi pimpinan AS memperkirakan, 3.000-5.000 anggota militan ISIS masih berada di dan sekitar Mosul. Upaya mengusir ISIS dari Mosul diperkirakan butuh waktu lama.

Puluhan ribu pasukan Irak, yang didukung koalisi pimpinan AS dan pesawat tempurnya telah melancarkan serangan besar-besaran di Mosul pada 17 Oktober.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.