Seorang Pangeran Arab Saudi Dihukum Cambuk di Penjara

Kompas.com - 03/11/2016, 06:03 WIB
Kota Jeddah, Arab Saudi WikipediaKota Jeddah, Arab Saudi
EditorPascal S Bin Saju

DUBAI, KOMPAS.com - Seorang pangeran Arab Saudi dari keluarga kerajaan Al Saud yang berkuasa, dicambuk di penjara Jeddah sebagai bagian hukuman, yang diperintahkan pengadilan.

Surat kabar Arab Saudi, Okaz, mengungkapkan hal itu pada Rabu (2/10/2016). Namun,  harian ini tidak menyebutkan identitas sang pangeran itu dan kesalahan apa yang membuatnya dihukum.

Hukum cambuk itu, demikian Reuters mengutip harian berbahasa Arab, Okaz, berlangsung satu bulan setelah kerajaan Arab Saudi menghukum mati satu pangeran lain karena melakukan pembunuhan.

Menurut laporan Okaz, pangeran tersebut juga diharuskan menjalani hukuman penjara.

Pencambukan dilaksanakan pada Senin (31/10/2016) oleh seorang polisi setelah sang pangeran terlebih dahulu diperiksa kesehatannya untuk memastikan bahwa ia kuat menerima cambukan.

Pemberitaan soal pencambukan terhadap pangeran dari keluarga yang berkuasa, Al Saud, sangat jarang terjadi.

Sejumlah pengguna media sosial Arab Saudi menyatakan, pencambukan itu menunjukkan bahwa hukum Islam tidak membeda-bedakan antara seorang pangeran dan rakyat biasa.

Para netizen lainnya mencurigai bahwa pencambukan terhadap pangeran itu sebagai taktik untuk menenangkan keresahan masyarakat menyangkut pengetatan ekonomi oleh pemerintah.

Laporan Okaz tidak menyebutkan berapa banyak cambukan yang diterima oleh pangeran tersebut.

Organisasi pegiat hak asasi manusia, Human Rights Watch, yang mengutip aktivis  Arab Saudi, mengatakan, pencambukan biasanya menggunakan tongkat kayu ringan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X