Kompas.com - 02/11/2016, 17:32 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

SYDNEY, KOMPAS.com — Pesawat Malaysia Airlines MH370 diduga kuat hilang kendali sebelum akhirnya jatuh menghunjam permukaan laut.

Hal ini diumumkan para penyelidik di Sydney, Australia, Rabu (2/11/2016).

Kesimpulan ini didapat setelah diperoleh fakta bahwa pecahan sayap pesawat yang ditemukan ternyata tidak dalam posisi pendaratan.

Dugaan baru ini membantah spekulasi sebelumnya, yang menyatakan pesawat itu masuk ke laut dalam posisi mendarat, dan ada orang yang mengendalikannya. 

Baca: Seseorang Kendalikan MH370 Masuk ke Dalam Air

Pesawat jenis Boeing 777 ini hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, pada 8 Maret 2014. Di dalam pesawat itu terdapat 239 penumpang dan kru.

Berdasarkan laporan terbaru dari Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), komunikasi satelit terakhir pesawat MH370 menunjukkan, pesawat berada di ketinggian konsisten, sebelum merendah, dan kemudian hilang. 

Analis yang memeriksa pecahan sayap pesawat yang ditemukan di perairan Tanzania menyebutkan, sayap dalam kondisi "ditarik". Posisi itu bukan konfigurasi pendaratan, sebelum pesawat masuk ke dalam air.

Baca: Puing yang Ditemukan di Tanzania Milik Pesawat MH370

"Anda dapat menarik kesimpulan sendiri," kata Ketua Operasi Pencarian MH370, Peter Foley, dari ATSB, seperti dikutip AFP.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.