AS Hentikan Penjualan 26.000 Senapan Serbu ke Polisi Filipina

Kompas.com - 01/11/2016, 12:34 WIB
Seorang anggota Kepolisian Nasional Filipina (PNP) berdiri memegang senapan serbu mengawasi warga yang ikut mengerubuti tempat kejadian perkara penembakan dua tersangka pengedar narkoba dalam operasi polisi di Metro Manila, Filipina, 8 Oktober 2016. REUTERS/Romeo RanocoSeorang anggota Kepolisian Nasional Filipina (PNP) berdiri memegang senapan serbu mengawasi warga yang ikut mengerubuti tempat kejadian perkara penembakan dua tersangka pengedar narkoba dalam operasi polisi di Metro Manila, Filipina, 8 Oktober 2016.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com –  Amerika Serikat menghentikan penjualan 26.000 pucuk senapan serbu Filipina karena adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh Manila.

Kantor berita Reuters, Selasa (1/11/2016), melaporkan, AS menghentikan rencana penjualan senapan serbu kepada kepolisian Filipina karena khawatir disalahgunakan untuk tindakan di luar hukum, yang berpotensi melanggar HAM.

Sejak Rodrigo Duterte dilantik menjadi Presiden Filipina pada akhir Juni 2016, perang melawan kejahatan narkoba sangat tinggi. Ribuan orang telah tewas di luar operasi resmi kepolisian.

AS telah berulangkali memperingatkan Manila dan bahkan langsung mengecam tindakan Duterte terkait jatuhnya korban jiwa di luar operasi resmi kepolisian.

Namun, Presiden Rodrigo Duterte beberapa kali bersitegang dengan Washington, termasuk menyerang Presiden Barack Obama karena mengeritik cara Duterte menangani kasus narkoba.

Terkait dengan meningkatnya kasus pembunuhan di luar hukum, yang diduga kuat melanggar HAM, Departemen Luar Negeri AS menghentikan rencana penjualan 26.000 senapan serbu kepada Kepolisian Filipina.

Senator Ben Cardin, politisi senior Demokrat yang berada di dalam Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, mengatakan, ia akan menentang transaksi dengan sekutu lama AS itu.

Hubungan AS dan Filipina telah menjadi ruwet akhir-akhir ini setelah reaksi Duterte yang melecehkan Washington di tengah kekerasan di luar hukum dalam perang melawan narkoba.

Bulan lalu, Duterte mengatakan, orang tidak bersalah dan anak-anak mengalami "collateral damage" dalam perang narkoba karena polisi memakai senjata otomatis ketika menghadapi penjahat.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Duterte memberi contoh hipotetis seorang petugas menggunakan senapan M16 ketika berhadapan dengan gangster yang memegang pistol.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.