Kompas.com - 28/10/2016, 18:30 WIB
EditorPascal S Bin Saju

SYDNEY, KOMPAS.com - Uni Eropa dan 24 negara lain akhirnya menyepakati pembentukan taman laut terbesar di dunia di Laut Ross, Antarktika.

Kawasan lindung itu akan mencakup wilayah seluas gabungan Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Lebih dari 50 negara sepakat membentuk taman laut terbesar dunia di Laut Ross, Antarktika. Kesepakatan tersebut tercapai setelah perundingan alot di Australia yang berlangsung selama lima tahun.

Dengan luas lebih dari 1,5 juta meter persegi, Laut Ross menyimpan keanekaragaman hayati paling kaya di Bumi, seperti dilaporkan Deutche Welle, Jumat (28/10/2016).

Di kawasan seluas gabungan Kalimantan dan Sumatera itu juga akan diberlakukan zona larangan menangkap ikan. Namun perjanjian tersebut hanya akan berlaku selama 35 tahun.

Rusia adalah negara terakhir yang menentang rencana tersebut, setelah China menyatakan dukungannya.

Pasalnya kedua negara memiliki industri perikanan yang besar di kawasan Antartika.

"Kami berbicara banyak dengan mereka. Menlu AS John Kerry ikut melobi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menlu Sergey Lavrov," ujar Evan Bloom, ketua delegasi Amerika Serikat.

"Keputusan ini sangat penting tidak hanya untuk Antarktika, tetapi juga buat mempromosikan konservasi flora dan fauna laut."

Deutche Welle Dalam Konferensi Arktis Internasional 2013 puluhan politisi dan dan pakar membahas masalah likungan di kawasan Kutub Utara. Pertemuan itu berlangsung di kota Salechard, Siberia. Banyak pihak berpandangan, Rusia ingin menguasai sumber alam kawasan itu.
Laut Ross memiliki ekosistem laut paling alami di dunia. Kawasan laut tersebut merupakan habitat untuk pinguin, anjing laut, paus serta menampung salah satu populasi krill terbesar.

"Untuk pertama kalinya negara-negara ini mengenyampingkan perbedaan untuk melindungi wilayah laut yang luas di Antarktika," kata Mike Walker dan Antarctic Ocean Aliance.

Adapun negara yang ikut meratifikasi perjanjian tersebut adalah Argentina, Australia, Belgia, Brazil, Bulgaria, Kanada, Chile, China, Kepulauan Cook, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Mauritius, Namibia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Pakistan, Panama, Peru, Polandia, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Uruguay, dan Vanuatu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber DW


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.