Filantropis Indonesia, Dato' Sri Tahir, Bantu Rp 13 Miliar untuk Pengungsi Suriah

Kompas.com - 27/10/2016, 08:06 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

Berdasarkan proses pendataan biometrik, ada  655.014 pengungsi asal Suriah di Jordania. Dari jumlah itu, 78 persen hidup di kota, sedangkan 22 persen tinggal di kamp pengungsi.

Mereka yang tinggal di kota umumnya hidup di bawah garis kemiskinan, di mana sebanyak 90.000 anak Suriah putus sekolah.

Jumlah ini masih belum termasuk sekitar 70 ribu warga Suriah yang kini terperangkap di perbatasan, menyusul ditutupnya perbatasan oleh Jordania karena serangan teroris beberapa waktu lalu.

Tahir langsung bertanya pada Daubelcour tentang apa yang paling dibutuhkan para pengungsi saat ini.

Menurut Daubelcour, program yang paling membutuhkan bantuan saat ini adalah penanganan kesehatan pengungsi khususnya ibu dan anak, serta program pemberian bantuan tunai.

Batas toleransi

"Jika saya  menyumbang satu juta dollar AS, bisakah dijelaskan secara spesifik dana ini akan digunakan untuk apa? Saya tahu dana ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan masif penanganan pengungsi di Jordania," kataTahir.

Terkait itu, Tahir juga bertanya pada Stefano Severe, apakah ada korupsi di UNHCR. Severe menjawab, ada beberapa kasus di sana sini, tetapi kepada pelakunya telah diterapkan zero tolerance.

Daubelcour menambahkan bahwa dirinya dulu merupakan investigator. "Dan organisasi ini (UNHCR) adalah organisasi yang paling diawasi secara global," kata Daubelcour.

Al Jazeera Kamp pengungsi Suriah di Jordania. Insiatif Pengacara Suriah (SLI) melatih para pembela hukum di Jordania agar pengungsi dapat menikah, bekerja, dan hidup lebih baik.
Jordania secara terbuka meminta dukungan dana dari masyarakat internasional karena penanganan pengungsi sejak pecahnya perang saudara di Suriah tahun 2011  telah mengganggu sistem pendidikan dan kesehatan.

Raja Abdullah, seperti dikutip BBC beberapa waktu lalu menyatakan bahwa hampir seperempat dana pemerintah telah digunakan untuk mengurusi pengungsi, dan warga Jordania telah mencapai 'batas toleransi'.

"Komunitas internasional, kita selalu saling bahu membahu. Sekarang kami meminta tolong pada Anda," kata Raja Abdullah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.