Tempat Terdingin di Dunia Berpenduduk 500 Jiwa, di Manakah Itu?

Kompas.com - 24/10/2016, 18:34 WIB
Warga berjalan melintasi alun-alun di Yakutsk (Yakutia) tengah, Siberia, Rusia. Amos Chapple untuk Daily MirrorWarga berjalan melintasi alun-alun di Yakutsk (Yakutia) tengah, Siberia, Rusia.
EditorPascal S Bin Saju

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang fotografer melakukan perjalanan yang berani ke sebuah kota terdingin di dunia, yang dihuni oleh hanya 500 orang, untuk mengetahui bagaimana mereka bisa hertahan hidup di sana.

Fotografer tersebut melakukan perjalanan ke sebuah desa kecil di Oymyakon, yang terletak di wilayah tundra Siberia, seperti dilaporkan Daily Mirror, Minggu (23/10/2016).

Oymyakon adalah ibu kota sebuah distrik, yang terletak di Negara Bagian Sakha (Yakutia), Rusia, dan diyakini sebagai tempat terdingin yang dihuni oleh manusia di bumi ini.

Suhu udara di sana secara teratur berada pada minus (-) 50 derajat Celsius dan menjadikan wilayah itu sebagai tempat terdingin di dunia.

Sekarang, ketika musim dingin semakin mendekat, 500 warga yang menetap di wilayah itu harus mengatasi kondisi sulit itu setiap hari dengan cara-cara yang ekstrem pula.

Amos Chapple untuk Daily Mirror Seorang wanita melintasi sebuah jembatan yang tertutup es di Yakutsk (Yakutia), Siberia, Rusia. Suhu dingin membeku pada titik 51 derajat Celsius di bawah nol atau minus (-) 51 derajat Celsius.
Amos Chapple, fotografer asal Selandia Baru, telah bertolak ke desa terpencil di Siberia, Rusia, itu dan menetap di sana dua hari untuk mengetahui bagaimana warga tundra Siberia itu bisa bertahan.

"Saya mengenakan celana tipis ketika saya pertama kali melangkah ke luar rumah dengan suhu minus (-) 47 derajat Celsius," katanya.

"Saya ingat, saya merasa secara fisik suhu dingin mencengkeram kaki saya," kata Chapple kepada Weather.com.

"Kejutan lain, kadang-kadang air liur saya terasa membeku menjadi jarum yang akan menusuk bibir saya," katanya.

Selama kunjungannya, Chapple berhasil mendokumentasikan bagaimana warga mengatasi suhu beku yang ekstrem dari hari ke hari.

Setiap hari barang-barang apa saja di sana berada di bawah ancaman pembekuan konstan.

Tanah tertutup es atau salju tebal, yang membuat hanya sedikit air yang mengalir ke dalam rumah.

Akibatnya, sebagian besar kamar mandi dan toilet tidak bisa berfungsi.

Orang-orang bergerak dengan mengenakan pakaian serba hangat. Rumah, jalan, kendaraan, tertutup es.

Sebelum pemakaman, penduduk setempat harus menyalakan api unggun untuk menggemburkan tanah menjelang pemakaman.

Desa ini telah mencatat suhu terendah yakni  mencapai suhu 71,2 Celsius di bawah nol atau minus (-) 71,2 derajat Celsius pada tahun 1924.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X