Kompas.com - 22/10/2016, 21:53 WIB
Junko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun. VIA arynews.tvJunko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun.
EditorGlori K. Wadrianto

TOKYO, KOMPAS.com - Junko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun.

Tabei meninggal dunia akibat serangan kanker peritoneal.

Dia menghembuskan nafas terakhir pada Kamis lalu, di Rumah Sakit Saitama, di utara Kota Tokyo.

Demikian dilansir AFP, Sabtu (22/10/2016), mengutip kabar yang dirilis kantor berita NHK dan Kyodo dari pihak keluarga. 

Kanker peritoneal adalah jenis kanker yang langka, yang biasanya muncul sebagai kanker ovarium saat diagnosis awal.

Kanker ini biasanya berkembang di daerah perut, dan bukan organ reproduksi. Namun, dapat berakibat serius terhadap sistem reproduksi wanita, melalui metastasis.

Metastasis diambil dari bahasa Yunani yang artinya "perubahan status". Dalam konteks ini adalah penyebaran kanker dari lokasi awal ke tempat lain di dalam tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tabei menjadi perempuan pertama di dunia yang menaklukkan puncak Everest pada tahun 1975. Kala itu dia menggunakan jalur tenggara.

Sekalipun dia telah mencapai puncak tertinggi di dunia, Tabei yang berasal dari Fukushima terus melakukan aktivitas pendakian di berbagai belahan dunia.

Dia tercatat telah menaklukkan puncak-puncak dunia lainnya, seperti Kilimanjaro di Tanzania, puncak McKinley di Amerika Serikat, dan Vinson Massif di Antartika.

Rangkaian pendakian itulah yang kemudian menciptakan tren perempuan pendaki gunung kala itu.

Dalam wawancara dengan AFP di tahun 2003, dia pernah mengatakan, "saya tak punya hasrat untuk mendaki Everest lagi."

"Jika saya punya cukup waktu dan uang, saya lebih memilih untuk mendaki gunung-gunung yang belum pernah saya daki," sambung dia.

Ekspedisi terakhir yang dilakukan Tabei dibuat pada Juli lalu, ketika dia mendaki puncak Fuji di Jepang besama sejumlah murid SMA.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.