Tak Ada Jaminan Keamanan, PBB Batal Gelar Evakuasi Medis di Aleppo

Kompas.com - 21/10/2016, 17:45 WIB
Sebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, compang-camping akibat perang saudara  yang telah berjalan sejak Maret 2011. Reuters/Getty ImagesSebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, compang-camping akibat perang saudara yang telah berjalan sejak Maret 2011.
EditorErvan Hardoko

GENEVA, KOMPAS.com - PBB, Jumat (21/10/2016), terpaksa membatalkan rencana evakuasi medis di Aleppo timur setelah kelompok-kelompok yang bertikai gagal memberikan jaminan keamanan bagi tim medis.

"Evakuasi medis untuk warga yang sakit dan terluka sayangnya tak dapat dilakukan hari ini sesuai rencana karena kondisi yang tak memungkinkan," kata Jens Laerke, juru bicara badan kemanusiaan PBB.

Sebelumnya, PBB berharap dapat segera melakukan evakuasi terhadap para korban serangan di wilayah Aleppo, Suriah,  pada Jumat ini.

Evakuasi medis baru bisa digelar jika gencatan senjata dari pasukan Suriah dan Rusia yang mendukungnya benar-benar terwujud.

Meskipun penurunan dalam kekerasan sudah terlihat setelah gencatan senjata mulai berlaku pada Kamis kemarin, terdapat sejumlah warga sipil yang tak mengacuhkan seruan untuk mengungsi.

Rusia lantas menuduh hal itu terjadi karena kelompok pemberontak melarang warga meninggalkan Aleppo.

Kesepakatan gencatan negara unilateral di Aleppo dmulai pada pukul 8 waktu setempat, atau 13.00 WIB, Kamis kemarin. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Tujuan gencatan senjata itu adalah untuk memberikan waktu kepada warga sipil untuk mengungsi. 

Namun, tak lama setelah gencatan senjata dimulai, tembakan dan artileri terdengar berbalasan di salah satu wilayah di sana.

Kantor berita SANA menyebut, kelompok teroris justru melakukan serangan ke kawasan itu, untuk mengacaukan rencana gencatan senjata "kemanusiaan" itu. 

Sejak kemarin sore, pertempuran di kawasan timur sudah menurun tajam, jalan-jalan di wilayah itu pun dilaporkan dalam keadaan kosong.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X